Research and Development (R&D): Pengertian, peran, dan 3 tipe yang umum digunakan

A full time learner marketing enthusiast | Digital Marketing | Content Strategist | Full-Stack Digital Marketing RevoU Batch 9

Research_and_Development_(R_D)_Pengertian__peran__dan_3_tipe_yang_umum_digunakan.jpg

Research and Development adalah salah satu proses yang penting dilakukan sebelum meluncurkan sebuah produk ataupun jasa dalam bisnis. Research and Development (R&D) dilakukan salah satunya agar menghasilkan suatu produk atau jasa yang memiliki nilai validitas tinggi sebab telah dilakukan serangkaian uji coba sebelumnya.

Yuk , ketahui pengertian, peran, dan 3 tipe yang umum digunakan dalam Research and Development (R&D)!

Baca juga: UX Researcher: Tugas, skill-set, dan proyeksi karier 2021

Apa itu Research and Development (R&D)

apa itu research and development

Bersumber dari Shopify , Research and Development adalah proses di mana perusahaan bekerja untuk memperoleh pengetahuan baru yang mungkin digunakan untuk menciptakan teknologi, produk, layanan, atau sistem baru yang akan digunakan atau dijual. Tujuannya paling sering adalah untuk menambah laba perusahaan.

Pengertian yang hampir sama juga disebutkan dalam laman Inc , bahwa Research and Development adalah proses untuk menciptakan teknologi baru atau yang lebih baik yang dapat memberikan keunggulan kompetitif di tingkat bisnis, industri, atau nasional.

R&D sering kali dilakukan oleh departemen atau tim di internal perusahaan, namun juga tidak menutup kemungkinan bahwa R&D dialihdayakan ke pihak ketiga seperti specialist atau universitas. Ada pula perusahaan yang melakukan ketiganya seperti perusahaan multinasional yang sudah besar. Sehingga outsourcing dilakukan di negara lain dengan memanfaatkan pihak yang lebih memahami pasar lokal di negara tersebut.

Dengan imbal balik yang tinggi, proses R&D biasanya juga memerlukan biaya yang tinggi pula. Setiap bisnis yang menciptakan dan menjual produk atau layanan, baik itu perangkat lunak atau yang lainnya, biasanya berinvestasi dalam beberapa tingkat R&D, terlepas dari ukuran besar kecilnya perusahaan tersebut.

Baca juga: 8 Pertanyaan interview untuk UX Researcher

Mengapa Research and Development (R&D) itu penting?

apa itu research and development

Bagi bisnis, pentingnya Research and Development adalah memberikan pengetahuan dan wawasan yang kuat, yang mengarah pada peningkatan proses yang ada di mana efisiensi dapat ditingkatkan dan biaya dikurangi. R&D ini juga memungkinkan bisnis untuk mengembangkan produk dan layanan baru untuk memungkinkannya bertahan dan berkembang di pasar yang kompetitif.

Selanjutnya, pentingnya Research and Development adalah untuk pertumbuhan bisnis dan kemampuannya untuk bersaing di pasar. Sebuah bisnis yang dapat berinovasi dan mengadopsi teknologi baru serta meningkatkan proses yang ada lebih mungkin berhasil dalam jangka panjang.

Pada tingkat yang lebih luas, manfaat R&D meluas ke seluruh sektor serta berdampak positif pada perekonomian yang lebih luas. Sebuah sektor yang banyak berinvestasi dalam R&D akan berkembang dan memiliki pencapaian yang lebih banyak, termasuk memberikan manfaat di dunia nyata kepada orang-orang.

Baca juga: Perusahaan multinasional: Definisi, tipe kandidat yang dicari, dan 5 contohnya

3 Tipe Research and Development (R&D)

apa itu research and development

Research and Development (R&D) biasanya dimulai dengan ide dan teori yang berhubungan dengan identifikasi masalah atau peluang baru. Proses R&D kemudian berfokus pada mengeksplorasi dan meneliti ide-ide itu dan melihat apa yang layak.

Beberapa tipe penelitian utama dalam Research and Development adalah sebagai berikut:

1. Riset mendasar

Tipe pertama dalam Research and Development adalah riset mendasar. Riset mendasar adalah tentang memperoleh pengetahuan dan menggunakannya untuk membangun pemahaman dan kecerdasan yang dapat digunakan bisnis untuk keuntungannya. Pengetahuan ini dapat menjadi dasar untuk proyek R&D lebih lanjut dan dimasukkan ke dalam keputusan bisnis strategis.

2. Riset terapan

Tipe kedua dalam Research and Development adalah riset terapan. Riset terapan jauh lebih jelas, dan sering kali terlihat untuk mencapai tujuan tertentu. Riset terapan bisa berupa penggunaan teknologi baru, menjangkau pasar baru, meningkatkan keselamatan, atau memangkas biaya. Riset terapan sering kali mengarah ke fase pengembangan.

3. Desain dan pengembangan

Tipe ketiga dalam Research and Development adalah desain dan pengembangan. Tipe ini adalah tentang mengambil ide dan membuatnya menjadi produk atau proses. Secara efektif, ini tentang menerjemahkan penelitian menjadi produk atau layanan komersial. Ini sering melibatkan desain, prototipe, uji coba, pengujian, dan penyempurnaan. Prototyping adalah kunci untuk fase pengembangan karena memungkinkan untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah, dan meningkatkan desain.

Baca juga: Riset pasar: Manfaat, jenis, 4 metode umum, dan cara melakukannya

Tugas dan tanggung jawab Research and Development (R&D)

apa itu research and development

Departemen Research and Development (R&D) membantu perusahaan memutuskan produk dan layanan mana yang kemungkinan besar akan berhasil jika ditawarkan kepada klien dan pelanggan.

Beberapa tanggung jawab dan fungsi pekerjaan Research and Development adalah sebagai berikut:

1. Riset produk

Pertama, tugas dan tanggung jawab Departemen Research and Development adalah riset produk, yaitu melakukan serangkaian tes, survei dan penelitian lainnya. Tujuan dari riset produk ini adalah untuk menemukan apa yang membuat produk tersebut bermanfaat, spesifikasi bagaimana tim harus membangunnya, metode pemasaran yang terbaik, dan prediksi keberhasilan produk.

2. Pengembangan produk

Kedua, tugas dan tanggung jawab Departemen Research and Development adalah pengembangan produk. Pengembangan produk menggunakan data dan penelitian untuk merancang dan membuat produk menggunakan spesifikasi yang membuatnya paling berguna.

Misalnya, sebuah perusahaan sedang mengembangkan ponsel baru. Tim Research and Development (R&D) mungkin berusaha memahami ukuran ponsel yang harus nyaman di tangan pengguna, peletakan tombol untuk akses mudah, kesesuaian ukuran ponsel di saku pengguna, dan seberapa besar layarnya agar nyaman dilihat. Dengan menggunakan spesifikasi ini, tim pengembangan produk sering membuat banyak desain untuk produk dan dapat membuat beberapa prototipe untuk pengujian.

Baca juga:  Mengenal Profesi Enumerator, Tanggung Jawab, dan Kualifikasi Kemampuannya

3. Pembaruan produk

Ketiga, tugas dan tanggung jawab Departemen Research and Development adalah pembaruan produk. Tim Research and Development (R&D) juga menguji dan menganalisis produk saat ini untuk menemukan cara meningkatkannya demi kenyamanan dan kegunaan. Dalam proses ini, mungkin akan lebih banyak tes dan survei untuk mempelajari apa yang pelanggan pikirkan tentang produk, diikuti dengan menguji desain baru yang menerapkan solusi yang diusulkan.

4. Kontrol kualitas

Keempat, tugas dan tanggung jawab Departemen Research and Development adalah kontrol kualitas. R&D sering kali mencakup fase pengujian untuk memastikan kualitas produk. Karena tim riset dan pengembangan memahami standar spesifikasi yang dimaksudkan untuk setiap produk, mereka dapat memastikan produk memenuhi atau melampaui standar tersebut. Dalam proses ini, dilakukan pengujian produk itu sendiri kepada target pengguna untuk mendapatkan umpan balik. R&D menggunakan temuan mereka untuk membantu meningkatkan desain produk sebelum menyelesaikannya untuk produksi.

5. Riset pasar

Keempat, tugas dan tanggung jawab Departemen Research and Development adalah riset pasar. Penelitian dan pengembangan juga sering bertanggung jawab untuk melakukan penelitian di pasar untuk produk baru. Beberapa pertanyaan untuk dicari jawabannya misalnya:

  • Berapa biaya produk?
  • Berapa banyak produk yang harus diproduksi?
  • Jenis kemasan apa yang paling mungkin menarik pelanggan baru?
  • Bagaimana mengingatkan konsumen tentang ketersediaan produk baru?

Baca juga: 9 Langkah-langkah usability testing pengembangan produk

Pada akhirnya, Research and Development adalah suatu proses yang penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan persaingan produknya di pasar. Selain itu, jika berhasil, maka manfaat yang bisa diperoleh dari proses Research and Development adalah peningkatan profit perusahaan. Semoga penjelasan mengenai Research and Development di atas memberikan manfaat dan wawasan baru untuk kamu.

Selain dari artikel EKRUT Media ini, kamu masih bisa memperoleh informasi dan berbagai tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT Official . Nah , kalau kamu ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru, yuk , sign up di EKRUT sekarang juga karena banyak peluang kerja dari perusahaan dan startup ternama menantimu!

sign up EKRUT

Rekomendasi Bacaan:

  • Kenali CVV Dan CVV Di Kartu Kredit Agar Kartu Kredit Aman!
  • Human Capital: Fungsi, 4 Kategori, Dan Perbedaannya Dengan Human Resources
  • Surat Perjanjian Hutang: Tujuan, Format, Cara Membuat, Dan 3 Contohnya
  • Forestbrown

whatsapp

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

Artikel terkait.

H1.jpg

5 Contoh Biografi Diri Sendiri untuk Peluang dan Perkembangan Karier

Alvina Vivian

H1_1._Cara_Menulis_Artikel_yang_Baik_Untuk_Pemula.jpg

10 Cara Menulis Artikel yang Baik dan Benar untuk Pemula

Anisa Sekarningrum

ucapan_perpisahan_kerja_-_EKRUT.jpg

Tips Menyampaikan Kata-kata Perpisahan Kerja yang Berkesan beserta Contohnya

Maria Tri Handayani

Ekrut Signup Banner

  • Seputar Kerja

RnD (Research and Development): Pengertian, Tugas, dan Gajinya

Maret 5, 2024

apa itu research and development

RnD adalah bagian penting dalam sebuah perusahaan yang berinovasi menghasilkan suatu barang atau jasa. RnD biasanya identik dengan ilmu science . Namun, dalam ilmu humaniora juga banyak dibutuhkan, lho.

Supaya lebih memahami apa itu RnD, KitaLulus telah merangkum informasinya untuk kamu. Mulai dari pengertian, tugas staff RnD, hingga peluang karir dan gajinya. Yuk simak hingga akhir!

Apa Itu RnD?

RnD singkatan dari research and development , yaitu sebuah profesi yang akan bertugas melakukan riset dan pengembangan untuk produk bisnis.

Bisa dibilang, RnD adalah divisi penting bagi sebuah perusahaan yang memproduksi barang atau jasa. Pasalnya, research and development akan menunjang kebutuhan tentang pembuatan dan pengembangan produk sehingga sesuai dengan kebutuhan target market perusahaan tersebut.

Itulah mengapa baik perusahaan besar maupun kecil umumnya membutuhkan tim R&D. Beberapa contoh industri yang pasti memiliki RnD adalah fashion , farmasi, IT, hingga FMCG atau fast moving consumer goods .

Manfaat Divisi RnD untuk Perusahaan

Pentingnya Research and Development

Jika ada pertanyaan tentang “Apa sih pentingnya research and development ?” Maka jawabannya adalah tergantung pada kebutuhan di suatu perusahaan.

Misalnya, dalam sebuah bisnis F&B, dari proses riset dan pengembangan dari RnD bisa menghasilkan produk-produk makanan dengan variasi rasa, bentuk, hingga tampilan yang menarik. Dengan begitu, bisnis tersebut memiliki produk yang punya USP atau unique selling point yang diminati oleh konsumen.

Lebih lengkapnya, manfaat atau peran penting RnD dalam sebuah perusahaan adalah sebagai berikut.

1. Menghasilkan Produk Original

Produk yang dihasilkan dengan tahap penelitian yang matang akan membuatnya kaya akan data.

Mulai dari kebutuhan customer hingga kelemahan produk dari kompetitor akan didapatkan sehingga nantinya produk baru yang dihasilkan perusahaan akan memiliki orisinalitas dan mudah dikenali.

2. Mempermudah Memperoleh Hak Cipta Paten

Berkaitan dengan manfaat RnD di atas, nantinya hal tersebut akan berpengaruh pada kemudahan untuk mendapatkan hak paten atas produk yang dikembangkan.

Karena fungsi, bentuk, hingga tampilan yang original, perusahaan jadi lebih mudah untuk mendaftarkan HAKI . Dengan begini, perusahaan tidak perlu takut pihak lain akan melakukan penyamaan produk.

3. Menghemat Pengeluaran Perusahaan

Penciptaan suatu produk akan melalui tahap yang panjang dan kompleks. Oleh karena itu, pengeluaran biaya selama produksinya akan tinggi.

Namun, RnD adalah divisi yang nantinya akan mempersingkat tahap penelitian karena mereka sekaligus melakukan pengembangan awal. Jadi, tim setelahnya akan terbantu dengan mendapatkan gambaran pengembangan produk secara detail.

4. Meningkatkan Reputasi Perusahaan

Produk dipercaya oleh customer. Tidak ada indikasi plagiat untuk hasil produk yang dilakukan. Dengan begini, masyarakat akan tahu bahwa perusahaan memang memiliki kredibilitas tinggi dalam pembuatan produknya.

Memiliki kredibilitas yang baik tentu menjadi keunggulan tersendiri untuk perusahaan sehingga segala proses penciptaan produk lain dan menjalankan sistem bisnisnya akan lebih lancar di masa depan.

5. Meningkatkan Penjualan

Pentingnya RnD bagi bisnis juga bisa membantu meningkatkan penjualan. Sebab, mereka mampu menciptakan produk mutakhir dan berkualitas yang benar-benar dibutuhkan customer .

Baca Juga: 8 Cara Analisis Pasar, Tujuan, dan Pentingnya Bagi Bisnis

Tipe-tipe RnD

Tipe Research and Development

Metode research and development adalah proses yang panjang. Setiap karyawannya sangat profesional dan memang kompeten untuk melakukan penelitian dan pengembangan produk.

Berikut tipe RnD berdasarkan tahapannya yang bisa kamu pelajari.

1. Riset Mendasar

Tipe pertama dalam research and development adalah riset mendasar. Biasanya, riset ini dilakukan secara terus menerus untuk digunakan sebagai kebutuhan perusahaan di masa depan. Kebutuhannya bisa bermacam-macam, mulai dari pengembangan produk hingga peningkatan sistem bisnis supaya tidak tertinggal dari kompetitor.

2. Riset Terapan

Staf R&D harus tahu bagaimana kebutuhan customer yang ditarget oleh perusahaan, terutama di tipe research and development yang kedua ini. Pada riset terapan, nantinya R&D akan melakukan penelitian guna mengembangkan produk yang berguna untuk pelanggan.

3. Desain dan Pengembangan

R&D adalah dua aktivitas yang bergabung menjadi satu, yaitu penelitian dan pengembangan. Dan inilah yang dilakukan secara menyeluruh dalam tipe research and development selanjutnya, yaitu desain dan pengembangan.

Tahap ini akan melakukan metode research and development secara detail dan melakukan tindakan lebih lanjut untuk pengembangan produk. Penelitian juga akan dilakukan sebagai support dalam pengembangan sehingga hasilnya akan sangat kompleks karena menyangkut pada kebutuhan customer , tujuan perusahaan, dan goal besar produknya.

Baca Juga: Proses Produksi: Pengertian, Perencanaan, dan Tujuan Penelitiannya

Apakah tim RnD hanya bertugas melakukan riset saja? Ternyata tidak. Ada beberapa tugas lain dalam yang umumnya sebagai berikut.

1. Melakukan Riset

Tugas utama RnD adalah melakukan riset. Ada dua jenis riset yang harus dilakukan, yaitu riset produk dan riset pasar. Apa bedanya?

  • Riset Produk

Riset produk adalah kegiatan melakukan penelitian terhadap produk yang sudah ada. Kegiatan ini dilakukan oleh RnD sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan atas hak cipta dari produk-produk yang sudah ada. Dengan riset ini, maka perusahaan tidak akan menciptakan produk yang sama persis dari produk lain.

Riset produk biasanya dilakukan dengan mengumpulkan berbagai produk serupa. RnD akan meneliti apa saja keunikan dari produk-produk tersebut. Jadi, RnD bisa tahu apa saja kekurangan yang kemudian bisa diperbaiki dalam produk yang akan dibuatnya.

  • Riset Pasar

Nah, riset pasar dimaksudkan untuk mencari tahu apa kebutuhan dari konsumen yang belum didapat dari produk sebelumnya. Misal, ketika sebuah ojek online yang sudah ada memiliki banyak fitur, mulai dari penjemputan yang akurat, estimasi waktu pengantaran, hingga besaran biaya. Ternyata konsumen membutuhkan informasi tentang driver supaya terjadi penjaminan keamanan dalam pengantaran. 

2. Melakukan Uji Coba Awal

Setelah melakukan riset, RnD akan melakukan penciptaan produk awal. Hasilnya nanti adalah sebuah produk yang masih mentah dan membutuhkan banyak revisi.

Uji coba ini bisa dibantu oleh tim perusahaan dari berbagai divisi yang berperan sebagai penguji coba kritis sekaligus target konsumennya.

3. Melakukan Pengembangan Tahap Lanjut

Setelah produk mentah tersebut diberi banyak catatan di bagian mana saja yang harus diperbaiki, RnD kemudian juga akan melakukan perbaikan.

Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh divisi RnD, tetapi juga divisi terkait lainnya yang berhubungan dengan penciptaan produk baru perusahaan.

4. Melakukan Kontrol Kualitas Produk

Setiap perusahaan akan memiliki SOP dalam membuat sebuah produk. Nah, tugas RnD adalah harus berpegangan pada SOP tersebut. Dengan begitu, produk yang diciptakan memiliki kualitas yang diharapkan oleh perusahaan.

5. Melakukan Pembaruan Produk

Tidak hanya tentang penciptaan produk baru, tugas RnD juga melakukan update kualitas dari produk yang sudah ada.

Alur pengerjaan pembaruan produk ini juga serupa dengan alur penciptaan produk baru, yaitu dimulai dari riset, uji coba, lalu melakukan fiksasi pembaruan produk.

Skill yang Harus Dikuasai Staf RnD

Skill yang Harus Dikuasai Staf RnD

Apakah kamu tertarik untuk menjadi staf RnD? Jika iya, pastikan kamu memiliki kemampuan umum berikut, ya.

  • Manajemen waktu yang baik
  • Analytical thinking
  • Problem solving
  • Logical thinking
  • Kolaboratif
  • Critical thinking
  • Creative & innovative thinking

Peluang Karier dan Gaji RnD

Peluang karier untuk profesi RnD sangat luas. Hal ini karena pada dasarnya, setiap perusahaan membutuhkan divisi ini. Terlebih untuk perusahaan besar, divisi RnD harus memiliki banyak tim karena produk yang dihasilkan juga banyak.

Gaji RnD sendiri terbilang tinggi. Seorang staff RnD junior bisa mendapatkan gaji sekitar Rp4.000.000 hingga Rp6.000.000. Sedangkan staff RnD senior hingga level manager bisa mendapatkan gaji minimal Rp10.000.000. Besaran gaji tersebut belum termasuk bonus dan tunjangan lainnya.

Itulah informasi tentang profesi research and development (R&D) yang bisa kamu pelajari. Nah, karena RnD adalah posisi penting dalam sebuah perusahaan, jadi kamu harus memenuhi berbagai syaratnya untuk bisa diterima di posisi ini.

Untuk kamu yang sekarang sedang mencari peluang karier di bidang RnD, kamu bisa mendapatkan banyak loker dari berbagai perusahaan melalui aplikasi KitaLulus . Aplikasi KitaLulus merupakan job portal yang bisa kamu unduh secara gratis di PlayStore atau AppStore.

Lakukan registrasi dengan mudah untuk melamar loker yang ada di aplikasi KitaLulus. Pilih loker berdasarkan preferensi yang kamu butuhkan, seperti kota yang kamu ingin tuju, perusahaan impian, hingga range gaji yang kamu inginkan.

Yuk, susul jobseeker lain yang sudah sukses menemukan karir impiannya bersama KitaLulus!

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

‍#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!

apa itu research and development

  • Home | Vocasia

apa itu research and development

  • Video dan Fotografi
  • Akuntansi dan Keuangan
  • Produktivitas Kantor
  • Hobi dan Gaya Hidup
  • Personal Development
  • Free Webinar IPO
  • Free Webinar Python

apa itu research and development

Research and Development: Pengertian, Fungsi, Tugas, dan Tanggung Jawab

' src=

Dalam melakukan sebuah pengembangan tentu membutuhkan usaha. Usaha ekstra perlu dikerahkan agar perusahaan sukses. Berbagai strategi pun perlu diterapkan. Misalnya saja dengan peluncuran beragam produk baru. Dalam pembentukan inovasi terkait produk dan layanan, pastinya membutuhkan research dan development. Research and development (R&D) adalah aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan ketika sedang berinovasi menciptakan produk atau layanan baru. Kamu bisa meniru cara tersebut agar produk dan layanan yang ditawarkan sukses memukau publik.

pelatihan belajar aplikasi fluid simulator untuk pemula vocasia

Baca Juga | Apa Itu Karier? Yuk, Pahami Arti Dan Contohnya!

apa itu research and development

Research and development juga sering dilakukan oleh berbagai perusahaan besar. Setiap perusahaan memiliki kacamatanya tersendiri dalam melakukan penilaian kompetitor. Namun, seluruhnya tetap berpedoman pada R&D. Para pelaku bisnis seperti kamu juga wajib menerapkan sistem ini, ya. Sejatinya sistem ini sangat ampuh memperbaharui dan mengembangkan aset yang ada menjadi lebih gemilang. Research and development mengundang beragam rasa penasaran konsumen. Konsumen akan mudah tertarik akibat adanya pengembangan dan kebaruan produk. Yuk, simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini.

Baca Juga | Target Market: Pengertian, Cara Menentukan Dan Contoh

Fungsi Research and Development

1. mendapatkan hak paten.

apa itu research and development

Ilustrasi Persetujuan Hak Paten (pexels)

Keuntungan utama menjalankan  research and development adalah perusahaan bisa mengajukan hak paten atas produk atau layanan baru yang dikembangkan. Hak paten tentu saja diperlukan agar produk dan layanan yang ditawarkan tidak mudah diambil oleh pihak lain. Tujuan utama dari R&D adalah bersifat inovatif sehingga hak paten akan suatu hal sangat diperlukan. Kamu sebagai pimpinan perusahaan dapat lebih semangat dalam menggerakkan roda inovasi baru. Nama perusahaan pun menjadi lebih harum dan kredibel di mata konsumen.

Baca Juga | Apa Itu Trademark? Berikut Penjelasan Dan Contohnya

Contohnya, ada dua perusahaan yang memproduksi smartphone, yaitu perusahaan A dan B. Pada s martphone perusahaan A terdapat inovasi baru yang dapat melipat layarnya menjadi dua bagian. Tambahan tersebut sudah dipatenkan. Perusahaan A terdaftar sebagai pihak yang menciptakan dan mengembangkan inovasi tersebut. Kamu sebagai konsumen tentunya lebih tertarik dengan perusahaan yang menjadi pelopor dengan menawarkan fitur baru, bukan? Ya, itulah keunggulan menciptakan sebuah hak paten bagi perusahaan.

Baca Juga | 7 Cara Membuat Brand Identity

2. Finansial perusahaan membaik

apa itu research and development

Ilustrasi Peningkatan Finansial (pexels)

Kamu bisa memperlihatkan secara langsung visi perusahaan kepada calon investor melalui perencanaan research and development yang ada. Investor tentu akan membaca prospek perusahaan tersebut secara jauh ke depan. Menjalankan R&D menandakan bahwa perusahaan kamu akan terus muncul dengan inovasi baru. Berbagai inovasi perlu ditawarkan kepada calon investor, baik itu dari segi produk maupun bisnis. Dengan begitu, investor akan tertarik dan berani mengambil langkah untuk berinvestasi. Finansial perusahaan kamu pun akan semakin berkembang dan menjadi lebih unggul. Pasalnya, pendanaan sangat penting dan dibutuhkan bagi keberlangsungan kemajuan perusahaan.

Baca Juga | Manajemen Keuangan : Pengertian, Fungsi, Dan Tips Mengelola

3. Mengurangi pengeluaran

apa itu research and development

Ilustrasi Keuangan (pexels)

Keuntungan  research and development selanjutnya adalah mengurangi biaya pengeluaran. Dalam melakukan riset tentunya kamu sudah mengumpulkan beragam data dari pangsa pasar. Berbagai data tersebut akan diolah dan menghasilkan inovasi baru bagi sebuah produk atau layanan. Dengan adanya data tersebut, tentu saja kamu dapat berkaca agar bisa menekan biaya pengeluaran produksi secara efisien. Sehingga, penerapan R&D dapat dikatakan berhasil membawa kemajuan pada aspek finansial perusahaan. Menekan biaya pengeluaran juga bisa menumbuhkan pendapatan yang jauh lebih besar.

Baca Juga | Mengenal Impulsive Buying, Kebiasaan Boros Yang Semakin Menjamur Di Masa Kini

4. Dapat merekrut kandidat berkualitas

apa itu research and development

Ilustrasi Rekrutmen Kandidat Berkualitas (pexels)

Keuntungan  research and development yang terakhir adalah perusahaan dapat merekrut kandidat berkualitas. Apa hubungannya riset dan pengembangan dengan perekrutan kandidat berkualitas? Umumnya, kandidat unggulan akan tertarik dengan perusahaan yang inovatif dan selalu melakukan hal baru. Kandidat tersebut bisa menjadi ladang ide bagi perusahaan kelak. Perusahaan pun dapat lebih maju dan berkembang pesat. Sistem research and development sangat cocok diimbangi dengan sumber daya manusia yang memiliki ide brilian. Ide muncul, inovasi pun bergerak dengan unggul.

Baca Juga | 10 Cara Sukses Merekrut Karyawan, Yuk Ikuti!

Tugas dan Tanggung Jawab R&D

  • Melaksanakan penelitian, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penelitian
  • Mengembangkan produk baru di bidangnya yang berguna bagi kehidupan
  • Mengoperasikan setiap alat utama, melakukan pengujian, serta mengevaluasi hasil pengujian
  • Menyusun berbagai kebijakan teknis, rencana, dan program penelitian
  • Melakukan kerja sama dengan perusahaan berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa untuk aktivitas riset dan pengembangan perusahaan
  • Mendukung pelaksanaan penelitian berkualitas yang meliputi bidang kesehatan, agro, lingkungan, dan industri
  • Melakukan tes, membuat alat tes, dan mengembangkan teknologi baru untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan perusahaan
  • Memastikan kualitas performa dalam perusahaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan

Baca Juga |  Apa Itu Market Research?

Nah, itu dia pemaparan mengenai research and development. Kamu bisa memahaminya dari pengertian yang mengarah pada pengembangan produk atau layanan. Kamu sebagai pemilik bisnis wajib menerapkan sistem ini, ya. Tujuannya agar mudah melakukan pembaharuan dan mampu bersaing dengan kompetitor luar. Pahami dan terapkan dengan baik. Semoga berhasil!

Baca Juga | Work Breakdown Structure (WBS): Pengertian, Manfaat Dan Tipsnya Dalam Menjalankan Proyek

apa itu research and development

  • pengembangan
  • produktivitas kantor

Related Articles

cara menampilkan ruler di word

7 Cara Menampilkan Ruler Di Word dan Merubah Ukurannya

' src=

3 Cara Membuat Drop Down List Di Excel dan Cara Editnya

' src=

7 Cara Membuat Kop Surat Di Word

' src=

15 Jurusan Kuliah Yang Menjanjikan Gaji Tinggi Untuk Wanita

Leave a reply cancel reply.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

Postingan Terbaru

apa itu research and development

Guest Relation Officer (GRO): Tugas, Skill, Kualifikasi dan Gajinya

apa itu research and development

Sales Associate: Tugas, Skill, Kualifikasi Hingga Gajinya

apa itu research and development

Admin Clerk: Tugas, Skill, Kualifikasi dan Gajinya

Apa itu bahasa pemrograman c++ ini penjelasan lengkapnya, 27 ide konten tiktok yang menarik agar fyp, 5 komponen agility untuk menangkan persaingan bagi karyawan dan perusahaan.

  • HR/Employeer
  • School/University
  • Career Path Consultation
  • E-Learning/Webinar
  • Talent Development
  • Blog & Testimoni

Blog Ekrutes

Research and Development (R&D): Tugas dan Tanggung Jawab

karir research and development (R&D)

Sebagian orang mungkin belum tahu apa itu research and development atau yang biasanya disingkat R&D. Nah, buat kamu yang ingin tahu lebih lanjut tentang seluk beluk R&D, jangan khawatir karena berikut ini penjelasan lengkap tentang pengertian, tugas, dan tanggung jawab tim R&D.

Saat ada saingan yang unggul dari produk atau jasa perusahaan kamu, maka kamu tentu tidak diam saja, bukan?

Kamu harus melakukan inovasi baru agar bisnis tetap bersaing dengan kompetitor lainnya. Nah, inilah saatnya tim R&D berperan penting.

Hal ini karena R&D merupakan bagian krusial untuk urusan pembuatan produk atau jasa baru pada suatu perusahaan.

Yuk, langsung saja simak ulasan di artikel ini sampai selesai, ya.

Pengertian Research and Development 

Pengertian dari research and development  adalah kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan saat perusahaan tersebut sedang melakukan inovasi untuk menciptakan produk atau jasa baru.

Untuk menciptakan produk atau jasa baru tersebut, staf R&D melakukan riset atau penelitian dan pengembangan terhadap produk atau jasa yang ingin dibuat.

Tugas utama dari staf riset dan pengembangan tersebut yaitu agar perusahaan bisa menciptakan produk atau jasa yang asli secara maksimal.

Apakah seluruh perusahaan menjalankan R&D? Jawabannya adalah hampir seluruh  perusahaan melakukan R&D.

Hal ini karena setiap perusahaan harus menjadi selangkah lebih di depan daripada pesaingnya, jadi staf R&D selalu dibutuhkan.

Meski demikian, contoh sektor industri yang sudah pasti dan harus melakukan research and development yaitu  bidang IT, fashion , farmasi atau obat-obatan, dan lain semacamnya.

Sebagai gambaran, jika kamu bekerja di industri fashion , lalu perusahaan tempat kamu bekerja ingin  mengeluarkan koleksi kemeja terbaru.

Nah, sebelum perusahaan membuat kemeja tersebut, maka kamu selaku staf R&D harus melakukan riset dan pengembangan terkait kemeja tersebut serta industri fashion secara keseluruhan.

Riset dan pegembangan ini harus dilakukan karena bertujuan untuk mengetahui kondisi kompetisi, tren yang disukai masyarakat, dan mengetahui apakah perusahaan fashion lainnya juga menciptakan produk yang sama.

Hal yang tidak boleh terjadi adalah membuat desain yang sama persis dengan desain perusahaan lain yang sudah dipatenkan, jika perusahaan kamu tidak ingin dituntut.

Tanggung Jawab Tim Research and Development Secara Umum

karir research and development (R&D) 3

Tugas utama dari tim yang bekerja di bidang research and development yaitu agar perusahaan bisa selalu lebih unggul dari kompetitor.

Selain itu, tim R&D juga bertugas untuk membantu perusahaan dalam mengumpulkan informasi dan data yang dibutuhkan untuk menciptakan produk atau jasa terbaik.

Selain dua tugas utama tersebut, tim R&D juga memiliki tugas dan tanggung jawab lainnya seperti berikut ini.

1. Mendapatkan hak paten

Tim R&D bertanggung jawab dalam mengajukan hak paten untuk perusahaan terhadap jasa dan produk baru yang diciptakan.

Hak paten adalah penanda bahwa perusahaan terus melakukan inovasi. Selain itu, hak paten juga meningkatkan kredibilitas di sektor industri tertentu.

Dengan kredibilitas tersebut, maka perusahaan bisa mendapatkan keuntungan jangka panjang yang lain.

Sebagai contoh, terdapat 2 perusahaan, perusahaan A dan B, yang memproduksi  mouse  untuk laptop dan komputer.

Nah, perusahaan A memberikan inovasi terbaru pada mouse tersebut dengan meningkatkan kemudahan scrolling. 

Inovasi tersebut lalu dibuat paten oleh perusahaan sebagai pihak yang menciptakan inovasi baru tersebut.

Jadi, secara tidak langsung tanggung jawab seorang tim R&D yaitu meningkatkan kredibilitas dari perusahaan tempat ia bekerja.

Baca juga:  Profesi Data Analyst: Pengertian, Tanggung Jawab, Skill, dan Gaji

2. Memperbaiki finansial perusahaan 

Seorang yang bekerja di bidang R&D juga harus bisa menunjukkan visi perusahaan secara langsung kepada calon investor.

Para investor tentunya ingin sales growth positif pada saat ini dan masa depan.

Nah, tugas dari R&D harus bisa menunjukkan kalau perusahaan akan terus berinovasi dan berkembang.

Dengan demikian, tim R&D bertanggung jawab dalam hal memperbaiki finansial perusahaan.

3. Mengurangi pengeluaran

Tugas dari tim  research and development  selanjutnya yaitu mengurangi pengeluaran untuk biaya manufaktur.

Pada tahap awal dari penelitian, tim R&D harus memiliki data dan informasi tentang target pasar, kompetisi, dan lain sebagainya.

Nah, hasil data itulah yang bisa memperjelas arah dari pengembangan produk.

Dengan demikian, pengeluaran untuk biaya produksi tidak terlalu banyak, sehingga produk bisa dijual dengan harga yang lebih bersaing.

4. Bisa merekrut kandidat berkualitas

Tim  research and development  juga bertanggung jawab dalam merekrut kandidat yang berkualitas untuk perusahaan.

Untuk melakukan hal tersebut,t tim R&D harus bisa terus melakukan inovasi-inovasi terbaru untuk perusahaan agar kandidat berkualitas tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Maka dari itu, tim R&D juga bertanggung jawab dalam merekrut kandidat yang berkualitas tinggi untuk perusahaan.

Baca juga:  Mengenal People Analytics dan Prosedur Penerapannya

Tugas Profesi Bidang Research and Development Sesuai Tahapannya

apa itu research and development

Bekerja di bidang research and development harus mengetahui apa saja tugas yang harus dilakukan. Nah, berikut ini adalah tugas dari profesi di bidang R&D berdasarkan tahapannya.

1. Melakukan Riset Dasar

Pada tahap riset mendasar, tim yang bertugas untuk melakukan research and development  harus mengumpulkan data dan informasi.

Informasi dan data tersebut berfungsi untuk membantu usaha untuk terus berkembang menjadi lebih baik.

Semua informasi yang tim R&D temukan pada tahap riset mendasar ini nantinya menjadi pedoman R&D lainnya.

Selain itu, data dan informasi ini juga bisa membantu pengambilan keputusan bisnis yang cepat dan strategis.

2. Melakukan Riset Terapan

Tugas dari tim R&D di tahap ini adalah membuat perusahaan menggunakan teknologi baru, menurunkan pengeluaran untuk operasional perusahaan, meningkatkan keamanan, dan memasuki pasar baru.

Tahap R&D satu ini lebih fokus kepada aspek komersial dan cara pengembangan produk atau jasa sesuai target pasar perusahaan.

Baca juga:  Mengenal Tentang Product Development dan Kesempatan Karir

3. Melakukan Desain dan Pengembangan

Pada tahap terakhir, tim R&D bertugas untuk melakukan pengembangan dan desain, mengubah informasi dan data untuk menjadi sebuah produk atau jasa.

Tahap desain dan pengembangan ini terdiri dari pembuatan prototype , melakukan desain produk, pengembangan produk atau jasa dan uji coba.

Nah, buat kamu yang ingin mencari tahu apakah cocok untuk bekerja di tim R&D, kamu bisa menggunakan layanan Tes Asesmen dari Ekrutes.id.

Selain itu, buat kamu yang sedang mencari lowongan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat, kamu bisa menggunakan layanan Job Portal Ekrutes.id .

Ekrutes.id menyediakan layanan Job Portal yang berisi  lowongan pekerjaan dengan menggunakan sistem terbaik dan tes asesmen yang bermanfaat untuk menilai kemampuan diri kamu.

Apa itu Ekrutes.id? Ekrutes.id merupakah perusahaan di bidang digital talent management platform .

Sekarang kamu juga dapat mengunduh aplikasi Ekrutes.id di Play Store, lho !

Yuk, buruan download aplikasinya dan dapatkan informasi lowongan pekerjaan dan layanan menarik lainnya di Ekrutes.id.

Nah, itulah penjelasan tentang pekerjaan di bidang research and development . Semoga artikel ini bermanfaat buat kamu, ya.

Related posts:

  • Kenali Apa Itu Tes Pauli Beserta Fungsi, Tips, dan Cara Mengerjakannya
  • Tips Meningkatkan Skill Decision Making dan Contohnya
  • Tips Jitu Membuat Cover Letter Agar Cepat Dapat Kerja
  • Bagaimana Contoh Surat Cuti Kerja yang Baik dan Benar?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

KHAS NARASI

Jelajahi ragam suguhan melalui program-program perbincangan, reportase, kemasan dokumenter, dan opini yang dikemas dalam bentuk video.

VIDEO PROGRAM TERBARU

Video news terbaru, video tech & edu terbaru, video hype terbaru, video lifestyle terbaru, laporkan komentar.

  • tech & edu
  • professional & career

Research And Development: Definisi, Skill yang Dibutuhkan, Tugas, Jenjang Karier, dan Besaran Gajinya

17 Maret 2024 15:03 WIB

Narasi TV

Ilustrasi pekerjaan staf Research and Development. Sumber: Freepik.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Margareth Ratih. F

Pernahkah kamu mendengar istilah research and development atau RnD? Mereka adalah satu bagian penting dalam sebuah perusahaan untuk menentukan pembuatan produk atau jasa.

RnD seringkali dipakai saat perusahaan ingin lebih unggul dari kompetitor dan butuh  gebrakan baru.

Dalam artikel ini Narasi TV akan membahas lebih jauh mengenai peran research and development  bagi Perusahaan.

Apa itu research and development 

Mengutip dari laman investopedia.com , RnD atau research and development adalah aktivitas yang dilakukan perusahaan saat sedang ingin mengembangkan inovasi atau menciptakan produk baru.

Saat ini profesi research and development  banyak dibutuhkan oleh perusahaan besar maupun bisnis-bisnis kecil. Tujuannya selain untuk menciptakan inovasi baru, RnD juga berperan melihat peluang maju perusahaan dibandingkan kompetitornya.

Beberapa contoh bidang industri yang pasti memiliki RnD adalah fashion, farmasi, IT, hingga FMCG atau fast moving consumer goods.

Tugas research and development 

Berikut adalah beberapa tugas dari research and development dalam sebuah Perusahaan atau lini bisnis kecil menengah

  • Memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menghasilkan produk original dengan melihat kelemahan produk dari kompetitor atau data-data lainnya
  • Melakukan penelitian terhadap produk yang sudah ada
  • Mencari tahu apa kebutuhan dari konsumen yang belum didapat dari produk sebelumnya.
  • Melakukan uji coba produk yang akan diciptakan
  • Melakukan revisi produk, jika dalam tahap uji coba masih ada kekurangan
  • Bertugas melakukan kontrol dan kualitas produk 

Skill yang harus dimiliki oleh research and development 

Bagi kamu yang tertarik untuk berkarier di bidang research and development, kamu harus memiliki skill berikut: 

ARTIKEL TERKAIT

Video terkait, narasi academy.

  • Latest Comment
  • Most Replied

Anda sepenuhnya bertanggung jawab atas komentar yang diberikan, hindari ujaran melanggar hukum.

  • Pengembangan SDM
  • Berita Terkini

></center></p><ul><li>Jobs Description , Trend on Jobs</li></ul><h2>Mengenal RnD: Pengertian, Tipe, Tugas, hingga Gaji</h2><ul><li>Sella Melati</li><li>12 Okt 2023</li></ul><p>Bagikan Artikel Ini :</p><p><center><img style=

Peran pada profesi Research and Development (RnD) cukup penting dalam sebuah perusahaan. Pasalnya, profesi RnD menjadi salah satu indikator kemajuan dari suatu perusahaan.

Profesi research and development memiliki tugas untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang memiliki nilai validitas tinggi, karena telah melakukan serangkaian uji coba produk sebelumnya. Karena itulah, kualitas produk dari suatu perusahaan sangat ditentukan oleh tim RnD.

Yuk, ketahui pengertian, tipe, tugas, hingga gaji dari profesi research and development dalam artikel berikut ini. Simak penjelasannya!

  • Apa itu RnD?

Mengapa Research and Development itu Penting?

Tipe-tipe rnd, tugas dan tanggung jawab rnd, peluang karier dan gaji seorang rnd, apa itu rnd.

Research and Development (RnD) dikenal juga dengan istilah penelitian dan pengembangan (Litbang). Profesi ini dibutuhkan oleh perusahaan swasta, lembaga pemerintah, dan institusi pendidikan.

RnD adalah divisi yang memiliki tanggung jawab dalam melakukan penelitian dan pengembangan untuk memperoleh pengetahuan baru demi menciptakan produk, layanan, atau sistem baru yang akan dijual. Tujuannya adalah untuk menambah laba perusahaan dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

Dilansir dari Inc , research and development adalah proses untuk menciptakan teknologi baru atau teknologi yang lebih baik. Teknologi itu diharapkan dapat memberikan keunggulan kompetitif di tingkat bisnis, industri, maupun nasional.

Dalam perusahaan, RnD biasanya dilakukan oleh departemen internal. Namun, tidak menutup kemungkinan riset dan pengembangan produk dialihdayakan kepada pihak ketiga ( outsourcing ).

Contohnya adalah perusahaan multinasional yang melakukan outsourcing di negara lain dengan memanfaatkan pihak yang lebih paham pasar lokal di negara tersebut.

Proses RnD memerlukan biaya yang tinggi. Ini karena setiap bisnis yang menjual produk atau layanan biasanya berinvestasi dalam beberapa tingkat RnD agar bisa menghasilkan produk terbaik, terlepas dari ukuran besar atau kecilnya perusahaan tersebut.

Salah satu alasan mengapa research and development itu penting adalah agar perusahaan bisa selalu lebih unggul dari kompetitornya. RnD akan mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan untuk menciptakan produk atau layanan terbaik.

Ketika perusahaan ingin unggul dari kompetitor, tentu saja perusahaan tidak bisa diam dan melakukan hal yang sama setiap langkahnya. Harus ada pergerakan dan gebrakan yang baru agar perusahaan bisa satu langkah lebih maju dibanding kompetitor.

Bersumber dari Business Hub , ada beberapa manfaat research and development yang bisa didapatkan oleh perusahaan, di antaranya adalah:

Mendapatkan Hak Paten

Keuntungan dari menjalankan RnD adalah perusahaan bisa mengajukan hak paten atas produk atau layanan yang dikembangkan. Nantinya, produk atau layanan yang dikembangkan tidak bisa ditiru oleh kompetitor dan bisa mendapatkan keuntungan jangka panjang.

Memperbaiki Finansial Perusahaan

Finansial menjadi tolak ukur majunya sebuah perusahaan. Jika finansial buruk maka perusahaan bisa bangkrut, sebaliknya jika finansial sehat maka perusahaan bisa berkembang.

Jika perusahaan Anda menggunakan RnD, Anda bisa memperlihatkan secara langsung visi perusahaan kepada calon investor. Ini penting karena investor akan mengharapkan visi sales growth yang positif pada perusahaan.

Menjalankan RnD di perusahaan menandakan bahwa perusahaan akan terus mengutamakan inovasi dalam perkembangan produk maupun bisnis.

Mengurangi Pengeluaran

Keuntungan atau manfaat yang berikutnya adalah mengurangi biaya manufaktur.

Pada tahapan awal riset, perusahaan akan mengumpulkan informasi terkait pasar yang ditargetkan seperti kompetisi harga pasar, kompetisi kualitas produk, dan lain-lain. 

Hasil dari riset yang dikumpulkan akan memperjelas arah perkembangan sebuah produk, sehingga biaya produksi yang dikeluarkan nantinya tidak terlalu tinggi untuk bisa bersaing di pasar. 

Mendapatkan Kandidat Berkualitas

Pasti Anda menanyakan apa hubungan dari riset dan pengembangan dengan perekrutan kandidat yang berkualitas ?

Pada dasarnya, perusahaan membutuhkan kandidat yang berkualitas untuk menunjang produktivitas perusahaan. Akan tetapi, kandidat juga membutuhkan perusahaan yang unggul untuk menunjang karier.

Hal ini sejalan dengan manfaat RnD. Biasanya, kandidat yang unggul lebih tertarik untuk bekerja di perusahaan yang terus berkembang dan berinovasi. 

Setelah mengetahui pentingnya research and development bagi perusahaan, Anda juga perlu melihat tipe-tipe dari RnD. 

RnD biasanya diawali dengan ide dan teori yang berhubungan dengan identifikasi masalah. Proses RnD kemudian berfokus pada eksplorasi ide-ide tersebut dan menganalisa kelayakannya. 

Berikut tipe-tipe RnD yang dikategorikan berdasarkan tahapannya, antara lain:

Riset Mendasar

Riset mendasar adalah aktivitas memperoleh semua data dan informasi yang digunakan untuk membangun pemahaman dan kecerdasan dalam menganalisa sebuah kasus. Pemahaman tersebut dapat menjadi dasar untuk mengembangkan proyek RnD dan membuat keputusan bisnis yang strategis.

Riset Terapan

Riset terapan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Riset terapan bisa berupa teknologi baru, jangkauan pasar baru, meningkatkan keselamatan, dan memangkas biaya operasional.

Riset terapan sering kali mengarah pada fase pengembangan bisnis.

Desain dan Pengembangan

Tipe ini merupakan proses pengambilan ide untuk membuatnya menjadi sebuah produk atau layanan. 

Tipe ini berupa penerjemahan penelitian menjadi sebuah produk atau layanan yang siap dijual. Tipe ini juga melibatkan desain, pengembangan produk, prototype , pengujian, dan penyempurnaan produk. 

Prototyping adalah kunci sukses untuk fase pengembangan, karena memungkinkan untuk mengidentifikasi masalah dan mengatasi masalah.

Baca Juga: Desain Produk: Pengertian, Manfaat, dan Tujuannya

Department research and development memiliki peran penting bagi perusahaan. RnD dapat membantu perusahaan untuk memutuskan produk dan layanan apa yang kemungkinan besar berhasil di pasar.

Berikut beberapa tugas dan tanggung jawab research and development , antara lain:

Riset Produk

Tugas dan tanggung jawab pertama adalah riset produk. Aktivitas yang dilakukan yaitu melakukan serangkaian tes dan survei untuk menemukan manfaat dari produk yang dihasilkan.

Tidak hanya itu, RnD juga melakukan riset atas metode pemasaran terbaik, memprediksi keberhasilan produk, dan membangun spesifikasi produk yang dihasilkan.

Mengembangkan Produk

Pengembangan produk dikembangkan melalui data dan informasi yang dikumpulkan dalam penelitian guna merancang produk yang berguna ke depannya.

Contohnya, sebuah perusahaan yang sedang mengembangkan laptop baru. Tim dari research and development berusaha untuk memahami ukuran laptop yang cocok dan fleksibel agar pengguna dapat menggunakan laptop tersebut dengan nyaman.

Pada proses RnD, tim akan memikirkan desain produk sebagai pembanding pada proses pengujian.

Memperbaharui Produk

Selanjutnya, tugas dan tanggung jawab RnD adalah pembaharuan produk. Tim RnD akan melakukan pengujian produk untuk meningkatkan kenyamanan dan kegunaan produk.

Dalam proses ini, tim RnD akan melakukan banyak tes dan survei untuk mempelajari keinginan pelanggan dan pembaharuan produk dari kompetitor .

Baca Juga: Langkah-Langkah Membuat Problem Statement

Mengontrol Kualitas

Departemen RnD akan sering kali melakukan pengujian produk untuk memastikan kualitasnya.

Kualitas produk akan terus dijaga sesuai dengan standar yang diberikan perusahaan. Dalam proses ini, dilakukan pengujian produk kepada target pengguna untuk mendapatkan kritik dan saran dari pelanggan. 

RnD menggunakan pengujian tersebut untuk meningkatkan kualitas dan desain produk sebelum produk tersebut dipasarkan.

Riset Pasar

Tugas dan tanggung jawab terakhir adalah riset pasar. Aktivitas ini dilakukan dengan menanyakan biaya produk, jumlah produk yang diproduksi, jenis kemasan yang menarik pelanggan, dan cara agar pembeli tertarik dengan produk baru.

Baca Juga: Riset Pasar: Pengertian, Jenis, Manfaat dan Prosesnya

Jika Anda seorang yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan selalu belajar mengenai hal yang baru, mungkin pekerjaan research and development cocok untuk Anda.

Mengingat persaingan pasar yang cukup kompetitif saat ini, peluang karier sebagai pekerja research and development cukup terbuka. Apalagi saat ini perusahaan-perusahaan berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas produknya masing-masing.

Pada umumnya, jenjang karier RnD dimulai dari staf, manajer, hingga direktur. Gaji staf RnD berkisar 4-6 juta, gaji manajer RnD berkisar 10-15 juta, dan gaji direktur RnD berkisar 20-45 juta. Akan tetapi, ukuran perusahaan juga menentukan besaran gaji tersebut. 

payroll

Kelola gaji karyawan di posisi RnD bersama Software Payroll Indonesia dari LinovHR. LinovHR memiliki banyak modul dan fitur yang dapat memudahkan proses perhitungan payroll menjadi lebih mudah dan cepat.

Baca Juga: Pentingnya Minimum Viable Product untuk Pengembangan Produk

Itulah pembahasan mengenai profesi RnD, semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang baru. Terima kasih sudah membaca! 

Tentang Penulis

Picture of Sella Melati

Cuma senang menulis, yang suka nonton sama traveling Follow them on Linkedin

Related Articles

  • Bisnis , Jobs Description

Inilah 10 Prospek Kerja Jurusan Manajemen!

  • Jobs Description

General Banking Staff: Tugas, Tanggung Jawab, Gaji

  • Berita , Jobs Description

Mengenal Supervisor: Pengertian, Tugas, Tanggung Jawabnya di Perusahaan

  • Admin LinovHR

e-book

Artikel Terbaru

cuti melahirkan 6 bulan

  • Compensation dan Benefit , Time Management

UU KIA Disahkan: Cuti Melahirkan Sekarang Bisa 6 Bulan

Apa Itu Maklon: Jenis, Biaya, Aspek Perpajakan

Apa Itu Maklon: Jenis, Biaya, Aspek Perpajakan

  • Harya Hafiz Khairan
  • 24 Jun 2024

Cara Melakukan Sales Training Retail dengan Efektif

  • Learning & Training

Cara Melakukan Sales Training Retail dengan Efektif

  • Amanda Alodyasari

Mengulik Kelas Virtual: Pengertian, Manfaat dan Cara Penerapan

  • Trend on Jobs

Mengulik Kelas Virtual: Pengertian, Manfaat dan Cara Penerapan

  • 21 Jun 2024

Pakuwon Tower, Jl. Casablanca No.Kav 88, RT.6/RW.14, Kb. Baru, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870

Tersedia di

Terdaftar di

  • Aplikasi Database karyawan
  • Software Absensi
  • Aplikasi Payroll
  • Reimbursement
  • Recruitment
  • Competency Management
  • Performance Management
  • Career Path
  • Succession Management
  • Learning Management System
  • Aplikasi Absensi Online

Solusi Industri

  • Hospitality dan F&B
  • Jasa Profesional
  • Real Sector
  • Success Story
  • HR Letter Template
  • Tentang LinovHR
  • Mengapa LinovHR
  • Linov Community
  • Organization Management
  • Personnel Administration
  • Successtion Managament

Bayar 9 Bulan + Gratis 3 Bulan

Mulai digitalisasi HRM dengan software HRIS paling andal

Telusuri informasi dan solusi HR di sini!

Subscribe newsletter LinovHR sekarang, ikuti perkembangan tren HR dan dunia kerja terkini agar jadi yang terdepan di industri

apa itu research and development

Apa Itu RnD? Berikut Ini Pengertian, Tugas, Skill Hingga Gajinya

Tahukah Anda, Research and Development (RnD) merupakan jantung dari setiap usaha untuk dapat melangkah lebih jauh.

Melalui RnD, perusahaan dapat menggali potensi terbaru, mengembangkan produk inovatif, dan menemukan solusi untuk tantangan yang ada.

Tentunya proses ini tidak hanya penting untuk pertumbuhan bisnis, tetapi juga untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi secara keseluruhan.

Lantas, bagaimana cara RnD mengembangkan bisnis dalam sebuah perusahaan? Yuk pelajari tugas, skill, dan jenjang karirnya di bawah ini.

Apa Itu RnD?

Research and Development (RnD) adalah bidang pekerjaan yang fokus pada penelitian dan pengembangan produk, layanan, atau teknologi baru.

Tujuan utama dari RnD adalah untuk menciptakan inovasi, meningkatkan produk atau layanan yang sudah ada, atau menemukan solusi baru untuk masalah atau tantangan tertentu.

Profesi RnD melibatkan berbagai aktivitas, termasuk eksperimen, analisis data, desain, dan pengujian.

1. Penelitian dan Analisis

Salah satu tugas utama dalam RnD adalah melakukan penelitian untuk memahami tren pasar, teknologi terbaru, atau masalah yang perlu dipecahkan. Ini melibatkan pengumpulan data, literatur, dan informasi yang relevan, serta analisis data untuk mengidentifikasi peluang atau solusi baru. Penelitian ini dapat berfokus pada berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan, teknologi, atau ekonomi.

2. Pengembangan Produk atau Teknologi

RnD bertanggung jawab untuk mengembangkan produk baru atau meningkatkan produk atau teknologi yang sudah ada. Ini mencakup merancang, menguji, dan mengembangkan prototipe, serta mengidentifikasi dan memecahkan masalah teknis. Proses ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai tim, termasuk insinyur, desainer, dan ilmuwan.

3. Pengujian dan Validasi

Setelah produk atau teknologi baru dikembangkan, RnD juga bertugas untuk melakukan pengujian dan validasi. Ini mencakup pengujian kualitas, keamanan, dan kinerja produk atau teknologi baru. Data yang dihasilkan dari pengujian ini digunakan untuk memastikan bahwa produk atau teknologi tersebut memenuhi standar yang diperlukan sebelum diperkenalkan ke pasar atau digunakan dalam organisasi.

Skill yang Harus Dikuasai RnD

  • Kemampuan Pemrograman

Jika Anda bekerja di R&D yang melibatkan teknologi atau pengembangan perangkat lunak, kemampuan pemrograman dapat menjadi sangat berharga.

  • Kemampuan Pemodelan Matematika

Untuk peran yang melibatkan analisis matematis atau pemodelan, pemahaman yang kuat tentang matematika dan statistik dapat diperlukan.

  • Kemampuan Desain Produk

Jika Anda terlibat dalam pengembangan produk, kemampuan desain dan pemahaman tentang prinsip-prinsip desain produk adalah berharga.

  • Pemahaman Mendalam tentang Industri

Pemahaman yang kuat tentang tren industri, pasar, dan pesaing juga penting dalam mengembangkan solusi yang relevan.

  • Kemampuan Manajemen Proyek

Untuk mengelola proyek R&D dengan efisien, kemampuan manajemen proyek yang baik dapat diperlukan.

Baca juga: Cara Meningkatkan Skill Komunikasi untuk Menunjang Karir Anda

Jenjang Karir RnD

  • Asisten Peneliti (Research Assistant)

Peran ini sering dimulai sebagai langkah awal dalam karir R&D. Asisten peneliti/ pengembangan membantu dalam menjalankan eksperimen, mengumpulkan data, dan mendukung peneliti/pengembangan senior dalam proyek-proyek. Mereka juga bisa terlibat dalam analisis data dan dokumentasi hasil.

  • Kepala Penelitian (Head of Research)

Ini adalah peran manajerial yang lebih tinggi dalam R&D. Kepala R&D mengawasi seluruh departemen R&D dan memimpin strategi riset atau pengembangan perusahaan. Mereka bertanggung jawab untuk mengarahkan proyek-proyek besar, mengelola anggaran, dan berkoordinasi dengan departemen lain.

  • Manajer R&D (R&D Manager)

Sebagai seorang manajer R&D, Anda akan memiliki tanggung jawab lebih besar dalam pengelolaan tim dan sumber daya. Ini melibatkan pengambilan keputusan strategis, merencanakan proyek R&D jangka panjang, dan mengawasi implementasi.

Dimana RnD Bekerja?

1. perusahaan teknologi.

Perusahaan teknologi, termasuk perusahaan perangkat lunak, perusahaan teknologi informasi, dan produsen perangkat keras, sering memiliki departemen R&D yang berfokus pada pengembangan produk baru, penelitian teknologi, dan pembaruan produk yang sudah ada. Pekerjaan di sini mungkin termasuk pengembangan perangkat lunak, perangkat keras, keamanan siber, dan teknologi terkait.

2. Industri Farmasi dan Kesehatan

Industri farmasi dan kesehatan sangat tergantung pada R&D untuk mengembangkan obat-obatan baru, peralatan medis, terapi, dan metode perawatan kesehatan yang lebih efektif. Pekerjaan di sektor ini dapat mencakup penelitian klinis, uji coba klinis, pengembangan obat, bioteknologi, dan pengembangan peralatan medis.

3. Industri Manufaktur

Industri manufaktur, seperti otomotif, aeronautika, atau manufaktur elektronik, sering memiliki departemen R&D yang bertanggung jawab atas pengembangan produk, perbaikan proses produksi, dan peningkatan efisiensi. Pekerjaan di sini bisa termasuk perancangan produk, pengujian kualitas, dan pengembangan material baru.

4. Lembaga Pendidikan dan Penelitian

Lembaga pendidikan tinggi, universitas, dan pusat penelitian seringkali memiliki posisi R&D yang terkait dengan penelitian akademik dan eksperimental. Profesor, peneliti, dan mahasiswa di sini terlibat dalam penelitian berbagai topik, termasuk ilmu pengetahuan, teknologi, ilmu sosial, dan humaniora.

Baca juga: Gaji Asisten Manager, Tugas, dan Skill yang Dibutuhkan

Rata-Rata Gaji RnD

Gaji RnD terbilang tinggi. Seorang staff RnD junior bisa mendapatkan gaji sekitar Rp4.000.000 hingga Rp6.000.000. Sedangkan staff RnD senior hingga level manager bisa mendapatkan gaji minimal Rp10.000.000. Besaran gaji tersebut belum termasuk bonus dan tunjangan lainnya.

Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Seluruh informasi yang ada pada artikel ini dibuat semata-mata untuk memberikan pengetahuan yang bersifat umum. Dapatkan berbagai informasi terkait melamar pekerjaan agar lamaran kerja Anda sukses diterima perusahaan.

Temukan lowongan kerja yang paling sesuai dengan pengalaman dan skill yang Anda miliki di Pintarnya. Download pintarnya melalui link ini, dan temukan puluhan ribu perusahaan terverifikasi pasang loker gratis tanpa batas di Pintarnya.

Klik untuk share artikel ini

About the author.

Puspa Agustin

Puspa Agustin

Artikel terkait, operator gudang: tanggung jawab, gaji dan jenjang karir, cara menjadi crew event organizer yang paling efektif, cara menjadi direktur keuangan yang baik di perusahaan, mengenal cara kerja marketing ekspedisi yang menghasilkan, cara kerja konsultan kesehatan bagaimana ini ulasannya, cara kerja di optik kacamata untuk menyenangkan pasien, pasang loker sekarang dan dapatkan bonus credits.

apa itu research and development

Apa Itu R&D, Langkah-langkah dan Tanggung Jawabnya

Flask in scientist hand with test tubes, laboratory research and development concept

Ketika sebuah perusahaan ingin menciptakan produk/jasa terbaru, tentu harus mengalami proses riset dan pengembangan atau yang biasa kita kenal dengan Research and Development (R&D). Artikel ini akan membahas tuntas tentang apa itu R&D di dalam sebuah perusahaan.

R&D adalah salah satu divisi dalam perusahaan untuk melakukan riset dan pengembangan dalam proses penciptaan produk/jasa dari suatu perusahaan. Divisi ini akan menentukan kualitas produk/jasa yang akan ditawarkan oleh sebuah perusahaan.

Tim R&D harus memiliki kemampuan riset yang mumpuni disertai dengan kreativitas dan inovasi. Hal ini diperlukan supaya suatu perusahaan bisa mengungguli kompetitor yang bergerak di bidang yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu R&D?

Mengutip jurnal dari IAIN Tulungagung, R&D adalah singkatan dari research and development yang merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk melakukan inovasi dalam menciptakan produk atau layanan baru. Biasanya, sebuah perusahaan memiliki divisi R&D tersendiri yang fokus untuk melakukan riset dan pengembangan produk/jasa.

Tujuan utama dari dibentuknya divisi R&D adalah supaya perusahan mampu menciptakan produk/jasa baru secara optimal. Selain itu, pembentukan tim ini juga bertujuan agar perusahaan selalu selangkah lebih maju dibanding dengan kompetitornya.

Setiap perusahaan sebaiknya memiliki divisi R&D agar produk atau jasa yang mereka tawarkan memiliki keunggulan dari kompetitornya. Industri farmasi, IT, atau fashion biasanya adalah industri yang pasti memiliki bagian R&D.

Misalnya dalam industri fashion, sebuah perusahaan ingin mengeluarkan koleksi sneakers terbaru. Sebelum membuat sneakers, tentu harus dilakukan R&D terkait produk dan industrinya secara menyeluruh.

Hal ini perlu dilakukan untuk mengidentifikasi kompetitor, tren yang sedang disukai, atau apakah kompetitor pernah mengeluarkan desain produk yang sama. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan produk dan meminimalisasi kesamaan dengan produk dari perusahaan lain.

Manfaat R&D

Research and development memberi bantuan kepada perusahaan untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan serta menciptakan produk atau jasa dengan kualitas terbaik.

Selain itu, masih banyak manfaat lain dari R&D yang dilansir dari Indeed, seperti:

  • Menciptakan inovasi
  • Membantu bisnis untuk tetap relevan
  • Memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan
  • Menawarkan potensi keringanan pajak
  • Membantu mendapatkan investor
  • Membantu mengamankan hak paten.

Langkah-Langkah Pelaksanaan Strategi Penelitian & Pengembangan

Menurut Bolt dan Gall, terdapat 10 langkah dalam melakukan riset dan pengembangan produk, yaitu:

1. Penelitian dan Pengumpulan Informasi Awal

Tahapan ini meliputi kajian pustaka, pengamatan atau observasi kelas, dan persiapan laporan awal. Penelitian awal sangat penting dilakukan untuk memperoleh informasi awal untuk dijadikan panduan tahapan-tahapan selanjutnya.

2. Perencanaan

Langkah ini terdiri dari menyusun rencana riset, meliputi kemampuan-kemampuan yang diperlukan dalam pelaksanaan riset,rumusan tujuan yang ingin dicapai dalam riset tersebut. Selain itu, desain langkah-langkah riset juga dilakukan dalam tahapan ini.

3. Pengembangan Format Produk Awal

Langkah ketiga adalah dengan mengembangkan format produk awal. Perusahaan akan mencoba menciptakan rancangan produk.

4. Uji Coba Lapangan Awal

Tahapan selanjutnya adalah uji coba awal dengan melakukan pengujian terhadap desain produk. Uji coba awal ini sifatnya terbatas dan dilakukan dengan jumlah responden yang kecil, sekitar 6-12 responden.

5. Merevisi Hasil Uji Coba Awal

Langkah kelima adalah dengan melakukan perbaikan dari hasil uji coba lapangan awal. Tim R&D akan menyempurnakan kualitas produk dari masukkan yang didapatkan saat uji coba awal.

6. Uji Coba Lapangan

Tahapan ini berkaitan dengan uji coba dengan skala yang lebih besar dari sebelumnya. Tahap ini akan menguji apakah produk sudah memiliki kualitas yang baik dengan melibatkan 30-100 orang responden.

7. Revisi Hasil Uji Coba Lapangan

Dengan jumlah responden yang lebih banyak, tentu akan memberikan lebih banyak masukan daripada sebelumnya. Tim R&D bertugas untuk memantapkan kualitas produk supaya kualitasnya makin meningkat.

8. Uji Kelayakan

Pengujian ini akan dilakukan dengan melibatkan jumlah responden yang banyak, yaitu sekitar 40-200 orang. Jumlah ini akan memberikan gambaran apakah produk tersebut akan disukai masyarakat atau tidak.

9. Revisi Produk Akhir

Sebelum dipublikasikan, tim R&D akan melakukan revisi terakhir dari hasil uji kelayakan. Pada tahap ini akan menciptakan produk yang sudah paling optimal.

10. Diseminasi dan Implementasi Produk

Mempublikasikan hasil produk yang sudah dikembangkan. Tujuannya agar dapat diimplementasikan secara umum dengan lingkup yang luas.

Tugas dan Tanggung Jawab R&D

Tugas dan tanggung jawab utama dari research and development adalah untuk melakukan riset dan mengembangkan produk baru. Selain itu, masih ada lagi tugas dan tanggung jawab dari R&D, yaitu:

  • Melakukan pengujian hasil produk yang dikembangkan
  • Merevisi produk dari kekurangan yang ditemukan saat pengujian
  • Menyusun berbagai kebijakan teknis dan program riset
  • Melakukan kerja sama dengan pihak terkait untuk pengadaan barang dan jasa yang terkait dengan kegiatan riset dan pengembangan
  • Melakukan riset yang berkualitas dengan memperhatikan aspek industri, komersial, kesehatan, lingkungan, dan aspek penting lainnya
  • Membuat teknologi baru yang bisa digunakan sebagai alat dalam aktivitas R&D
  • Memastikan kualitas produk yang akan dipasarkan sesuai dengan standar perusahaan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Demikianlah pembahasan mengenai apa itu R&D beserta langkah-langkah dan tanggung jawabnya. Dari pemaparan di atas, bisa disimpulkan bahwa R&D adalah aktivitas yang penting dan harus dilakukan suatu perusahaan supaya bisa tetap inovatif dan unggul dari kompetitor.

20D

Apple Dituding Langgar Aturan DMA, Terancam Denda Miliaran Dollar

10 macam metode pembayaran online yang sering digunakan, flash sale artinya: keuntungan, kekurangan, dan cara melakukannya, mengenal bisnis digital, jenis, hingga keuntungannya, inilah cara membuat qris khusus untuk pemilik usaha, dpmptsp se-jabar teken pakta integritas dukung usaha supermikro, pemprov jabar genjot penerbitan nib bagi umkm di jawa barat, mengenal temu, aplikasi yang diklaim lebih parah dari tiktok shop, accurate online, aplikasi bisnis terintegrasi untuk bantu ukm naik kelas.

apa itu research and development

Tag Terpopuler

Dito ariotedjo, karen agustiawan, rafael alun trisambodo, subsidi kendaraan listrik.

apa itu research and development

Logo Deepublish

  • Profil Usaha
  • Daftar Menerbitkan Buku
  • Kirim Naskah
  • Cek Progess Buku
  • Cek Royalti Buku
  • Kerjasama Net Promoter
  • Jasa Parafrase
  • Jasa Pengurusan HAKI
  • Konsultasi Menulis
  • Kerjasama Workshop
  • Program Reseller
  • Promo Khusus Penulis Deepublish
  • Dasar Menulis
  • Cara Menerbitkan Buku
  • Memasarkan Buku
  • Teknik Menulis
  • Writing Advice
  • Writing Tools
  • (NEW 2024) Panduan Menulis Buku Ajar Sesuai RPS
  • (NEW 2024) Kunci Sukses Publikasi
  • (NEW 2024) Menulis dengan Etika untuk Hindari Plagiarisme
  • (PREMIUM) Cara Praktis Menulis Buku
  • (NEW) Sukses Menulis Buku Referensi
  • (NEW) Panduan Ringkas Menulis Buku Monograf
  • Panduan Menulis Buku Ajar (Versi Cepat Paham)
  • Rahasia Menulis Buku Ajar
  • Self Publishing
  • Pedoman Menulis Buku Tanpa Plagiarisme

Promo Terbatas! ⚠️

logo deepublish

⚠️ Cetak buku diskon 35% dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

Home » Pengertian Penelitian Pengembangan: Tujuan, Ciri-ciri, Alasan & Caranya

Pengertian Penelitian Pengembangan: Tujuan, Ciri-ciri, Alasan & Caranya

  • Agustus 26, 2021
  • No Comments

penelitian pengembangan

Penelitian pengembangan familiar dikenal dengan Research and development (R&D). Jika diartikan secara umum R&D adalah penelitian yang bertujuan untuk melakukan riset guna mendapatkan informasi. Dari informasi yang diperoleh dapat dikembangkan sesuai kebutuhan peneliti. 

Tujuan dari penelitian pengembangan selain untuk merumuskan teori, evaluasi teori dan konsep, juga dapat bertujuan untuk merumuskan sejarah. Tidak heran jika penelitian pengembangan ini banyak digunakan dan diterapkan di ranah pendidikan dan industri. 

Ketika kita mengenal lebih dekat tentang penelitian pengembangan, berikut adalah beberapa hal yang akan diulas dalam artikel kali ini. yaitu akan mengulas tentang pengertian penelitian pengembangan menurut para ahli, mengetahui macam-macam penelitian, mengetahui alasan yang dilakukan penelitian pengembangan dan mengetahui pula tentang perbedaan penelitian konvensional dengan penelitian pengembangan. 

Jadi buat Anda yang masih ragu dan bingung tentang  jenis penelitian satu ini, kita akan belajar bersama. Untuk mempersingkat waktu, langsung kita intip pembahasannya di sini. 

Pengertian Penelitian Pengembangan Menurut Para Ahli 

Ada banyak pendapat dari para ahli saat mengartikan penelitian pengembangan atau R&D. bahkan jika semua ahli disebutkan, dalam satu pembahasan artikel tidak akan cukup. Maka dari itu, dari sekian banyak pendapat. Berikut beberapa pendapat yang sekiranya bisa mewakili dalam mengartikan penelitian pengembangan. 

1. Sugiyono 

Penelitian pengembangan menurut Sugiyono (2009) adalah aktivitas riset dasar yang bertujuan mendapatkan informasi untuk dikembangkan. Dari hasil pengembangan, nantinya bisa untuk mengkaji keefektifan topik atau tema yang akan diteliti. Sugiono menyebutkan bahwa R&D diperuntukan untuk studi literatur untuk menghasilkan rancangan yang hendak dibuat.  

2. Mulyatiningsih 

Menurut Mulyatiningsih (2012) R&D tidak sekedar sebagai riset sederhana, tetapi juga memiliki tujuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru melalui proses pengembangan. 

3. Puslitjaknov-Balitbang Depdiknas 

Berbeda pendapat dengan pendapat Puslitjaknov-balitbang Depdiknas (2008) metode ini memiliki beberapa komponen yang meliputi model pengembangan prosedur pengembangan dan uji coba produk. 

4. Anik Ghufron 

Berbeda dengan pendapat Anik Ghufron yang mendefinisikan sebagai model untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pendidikan yang lebih berkualitas. 

5. Borg & Gall 

Menurut Borg dan Gall Penelitian pengemangan diartikan dalam konteks pendidikan diartikan sebagai proses untuk memvalidasi dan mengembangkan produk di ranah pendidikan.  Adapun fungsinya, yaitu menemukan pengetahuan baru sekaligus menjadi problem solving atas permasalahan yang ada. 

6. Sukmadinata 

Berbeda dengan pendapat Sukmadinata (2009) yang mengartikan bahwa jenis riset ini adalah metode penelitian yang berfokus pada bagaimana cara mengevaluasi atau memperbaiki sebuah praktik. 

7. Richey and Klein 

Pengertian dari perspektif Richey and Klein (2007) adalah proses mengartikan bentuk fisik yang berhubungan dengan desain belajar sistematik, evaluasi, pengembangan, spesifikasi desain atau mengkreasikan produk pembelajaran ataupun non pembelajaran. Tidak lain bertujuan untuk meningkatkan pengembangan dan menghasilkan produk yang lebih baik. 

Itulah beberapa pengertian penelitian menurut para ahli. Dari pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa jenis penelitian ini adalah model penelitian berorientasi pada perluasan produk berdasarkan hasil riset dan penelitian ilmiah. 

  • Jenis-Jenis Desain Penelitian
  • Contoh Subjek Penelitian 
  • Penelitian Kuantitatif

Macam-Macam Penelitian Pengembangan

Ketika kita berbicara tentang macam-macam penelitian pengembangan, menurut Akker (1999) ada dua macam, yaitu penelitian formatif dan studi rekonstruksi. 

1. Penelitian Formatif

Penelitian formatif adalah proses penelitian yang berupaya untuk mengembangkan secara lebih rinci dan mendetail terhadap apa yang hendak diteliti. Penelitian formatif juga termasuk dalam bentuk evaluasi belajar sekaligus memaksimalkan mutu berdasarkan prinsip-prinsip rancangan penelitian yang hendak diangkat. 

2. Studi Rekonstruksi 

Sementara yang dimaksud dengan studi rekonstruksi adalah upaya untuk menganalisa penelitian yang diangkat.  Bisa berbentuk proses pengembangan ataupun intervensi pengembangan. 

Itulah dua macam penelitian pengembangan. Namun secara umum, R&D dapat pula digunakan untuk menguji keefektifan produk dan menghasilkan sebuah produk tertentu. 

Tujuan Penelitian Pengembangan 

Setelah mengetahui pengertian penelitian pengembangan dan macam-macamnya. Maka ada beberapa tujuan riset tersebut, penasaran? Berikut ulasannya. 

1. Merumuskan Teori dan Konsep 

Tujuan penelitian pengembangan yang pertama dapat digunakan untuk merumuskan teori dan merumuskan konsep penelitian. baik itu penelitian di bidang pendidikan ataupun di luar bidang pendidikan. 

2. Evaluasi teori dan Konsep 

Selain digunakan untuk merumuskan masalah teori dan konsep, ternyata penelitian pengembangan juga sering digunakan untuk memperbaiki teori atau konsep penelitian. Tentu saja perbaikan teori dapat dilakukan dengan cara penelitian. 

3. Verifikasi 

Disamping itu juga, penelitian pengembangan juga dapat digunakan untuk memverifikasi atau menguji berbagai macam teori maupun konsep. Maka, tidak heran jika banyak peneliti yang sengaja melakukan penelitian pengembangan ini. 

4. Merumuskan Sejarah 

Disebut-sebut juga penelitian pengembangan juga dapat digunakan untuk merumuskan sejarah. Tentu saja tidak sembarang orang yang bisa merumuskan sejarah. Karena sejarah bukan sesuatu yang dapat diubah-ubah. 

5. Sebagai Penguji Teori dan Perangkat

Tujuan paling umum yang sering Anda temukan adalah sebagai penguji teori dan sekaligus sebagai perangkat. Jadi, semisal Anda menemukan teori dari peneliti lain, kemudian Anda meragukan kesimpulan peneliti lain, Anda ingin menguji ulang teorinya, maka Anda sudah melakukan penelitian pengembangan. 

Itulah beberapa tujuan penelitian pengembangan. Dari tujuan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian pengembangan memiliki banyak manfaat. Selain dapat digunakan untuk menguji, memverifikasi juga dapat untuk melihat kevalidan, efektivitas dan kepraktisan objek yang hendak diteliti. 

Alasan Dilakukan Penelitian Pengembangan 

Barangkali Anda bertanya-tanya, kenapa perlu melakukan penelitian pengembangan? Ternyata ada beberapa alasan yang wajib ANda tahu. Seperti yang disampaikan oleh Van den Akker yang menyebutkan bahwa ada dua alasan, yang meliputi sebagai berikut. 

1. Alasan pokok 

Alasan pokok adalah pendekatan penelitian tradisional yang mengembangkan dan menjabarkan pengetahuan, menemukan problem solving, dan untuk mendesain pembelajaran pendidikan. Umumnya sering juga digunakan untuk jenis penelitian eksperimen, penelitian survey dan penelitian korelasi. 

2. Alasan lain 

Sedangkan yang dimaksud dengan penelitian pengembangan adalah penelitian yang memfokuskan pada nilai-nilai perubahan dalam kurun waktu tertentu dan dapat digunakan untuk menghasilkan produk baru dalam proses pengembangan. 

Dari dua alasan penelitian pengembangan di atas. Selain mengetahui alasan dan tujuan yang sudah disebutkan di atas. Ternyata penelitian pengembangan juga memiliki ciri-ciri, yang akan dibahas di sub bab di bawah. 

Ciri Utama Penelitian dan pengembangan 

Berdasarkan ciri utama penelitian dan pengembangan,  ternyata setiap para tokoh memiliki perspektif berbeda-beda. Salah satunya pendapat Borg and Gall (1989) yang mengartikan bahwa Borg and Gall menyebutkan ada empat ciri utama berikut ini. 

1. Studying research findings pertinent to the product to be develop 

Jadi penelitian pengembangan dapat digunakan untuk studi penelitian awal yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk atau untuk meneliti produk-produk tertentu. 

2. Developing the product base on this findings 

Upaya mengaplikasikan hasil temuan penelitian untuk mengembangkan produknya. Berbicara tentang produk, bisa berbentuk produk dagang ataupun produk dalam ranah pendidikan dan masih banyak lagi. 

3. Field testing it in the setting where it will be used eventually  

Studi penelitian dalam bentuk uji lapangan, dimana penelitian pengembangan ini mencoba untuk meneliti setting dan situasi yang terjadi dilapangan, agar ketika produk itu diluncurkan dapat langsung digunakan, diserap atau diterima. 

4. Revising it to correct the deficiencies found in the field-testing stage 

Jadi penelitian lapangan di poin ini lebih tepatnya digunakan untuk mengetahui kelemahan ui lapangan. Jika ditemukan kelemahan dan kesalahan, maka perlu direvisi. 

Itulah beberapa ciri utama penelitian pengembangan. Dari beberapa ciri di atas, secara tidak langsung menunjukan bahwa sebuah penelitian tetap ada struktur dan prosedur yang harus dipersiapkan terlebih dahulu.

Baca Juga: 

  • Contoh Rumusan Masalah 
  • Instrumen Penelitian 
  • Hipotesis Penelitian 
  • Angket Penelitian

Perbedaan Penelitian Konvensional Dengan Penelitian Pengembangan 

Barangkali Anda juga bertanya-tanya, apa sih perbedaan antara penelitian konvensional dengan penelitian pengembangan? berikut ada tiga perbedaan dari masing-masing penelitian tersebut. 

1. Penelitian konvensional 

Perbedaan pada penelitian konvensional terdapat tiga hal, yaitu sebagai berikut. 

  • Tujuan dari penelitian konvensional lebih menekankan pada upaya menemukan pengetahuan baru, sekaligus bertujuan sebagai problem solving. Jenis penelitian konvensional sering digunakan untuk mengkaji teori saja. 
  • Dari segi prosedur, penelitian konvensional bersifat linear. 
  • Dikaji dari hasil penelitian penelitian konvensional, maka hasil penelitian ini jika langsung diterapkan atau dioperasionalkan dibidang pendidikan, belum tentu siap digunakan. Dengan kata lain kurang tepat dan kurang aplikatif.  

2. Penelitian dan pengembangan 

Sementara penelitian dan pengembangan memiliki perbedaan di tiga bidang sebagai berikut. 

  • Riset ini lebih cocok digunakan dan diterapkan untuk mengembangkan produk pendidikan. Setidaknya saat diterapkan lebih efektif dan adaptable. 
  • Sementara riset ini dilihat dari prosedur penelitian lebih bersifat siklis. 
  • Terakhir, kebalikan dari penelitian konvensional. Riset ini sangat cocok digunakan untuk kepentingan peningkatan mutu pendidikan, dan bisa langsung dapat dioperasikan. 

Itulah dua perbedaan antara riset ini dan riset konvensional. Semoga sedikit pembahasan ini bermanfaat dan semakin jelas.

Cara Membuat Penelitian Pengembangan

Buat Anda yang sedang mencari-cari langkah atau cara membuat penelitian pengembangan. Sebenarnya ada beberapa langkah yang perlu dipersiapkan. Sebagai berikut. 

1. Pengumpulan Data 

Pengumpulan data atau pengumpulan informasi itu wajib. Tanpa adanya data-data yang valid, sulit rasanya melakukan penelitian. Nah, umumnya di tahap awal, penelitian banyak dilakukan dengan studi pendahuluan atau penelitian eksploratif. 

Di tahap pengumpulan data, Anda bisa melakukan analisis kebutuhan, kajian pustaka dan melakukan observasi. Tujuannya jelas, agar menemukan data-data. Bagaimanapun juga, data adalah kunci. Tanpa data maka akan kesulitan dalam melakukan identifikasi masalah. 

Oh iya, tahap pengumpulan data, peneliti juga perlu mencatat kendala, hambatan yang terjadi. Dari permasalahan yang terjadi itulah, yang nantinya akan membantu Anda mencari data dan berusaha menemukan solusi atas kendala dan permasalahan yang terjadi. 

2. Perencanaan 

Tahap yang kedua adalah perlu membuat perencanaan yang matang. Buat desain pengembangan produk atau rancangan penelitian agar lebih efisiensi waktu. Nah, adapun beberapa aspek yang perlu diperhatikan saat membuat perencanaan atau rancangan. Misalnya, memuat 

  • Menentukan topik dan produk yang akan diangkat secara jelas dan spesifik. 
  • Catat tujuan dan manfaat dari riset ini yang rencana akan Anda ambil 
  • Perhatikan siapa pengguna atau subjek penelitian, sebuah penelitian tidak akan berjalan sukses jika tidak ada subjek dan objek yang hendak diteliti
  • Ketahui seberapa penting produk atau tema yang Anda angkat. Jika tema atau produk yang diangkat tidak penting bagi masyarakat, maka tidak perlu diteliti dan diangkat. 
  • Perhatikan juga lokasi, karena lokasi akan menentukan strategi dan menentukan juga tindakan dan langkah-langkah yang akan diambil. 
  • Lihat juga proses pengembangannya di tempat tersebut bagaimana, apakah akan direspons dengan baik, atau sebaliknya. 

Dari beberapa poin di atas,semoga membantu Anda membuat perencanaan lebih spesifik dan tepat sasaran. 

3. Pengembangan Produk Awal 

Cara yang selanjutnya adalah mengembangkan dalam bentuk hipotesis. Di tahap ini penting sekali Anda mempersiapkan segala sesuatunya. Misalnya dalam konteks ranah pendidikan, maka perlu mempersiapkan komponen program, petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan. Bahkan tidak hanya itu saja, perlu juga mempersiapkan media pembelajaran dan sistem penilaian. 

4. Uji Coba Awal 

Tahap uji coba adalah tahap dimana peneliti melakukan tes uji terhadap produk atau subjek yang diteliti. Terkait dengan uji coba, tergantung dari metode penelitian dan alat pengujian yang digunakan. Untuk lebih jelas, Anda bisa mempelajari tentang ilmu metodologi penelitian. 

5. Revisi Produk 

Revisi produk dilakukan setelah hipotesis. Revisi produk adalah bentuk revisi tahap awal. Jika ditahap awal terdapat kekurangan dan revisi, bisa langsung disempurnakan. Di tahap revisi produk pertama, penting juga melakukan diskusi, wawancara, observasi dan angket. 

6. Uji Coba Lapangan 

Setelah dilakukan revisi produk, barulah dilakukan uji coba lapangan. Dalam skala industry perusahaan, maka uji coba lapangan benar-benar melibatkan banyak orang. jadi, peneliti harus mempersiapkan orang-orang tersebut. 

7. Revisi Produk 

Setelah dilakukan uji coba lapangan, perlu dilakukan revisi produk lagi yang kedua. Dari hasil uji lapangan, tentu saja akan ditemukan masukan lagi. Apakah ditemukan revisi tambahan, atau sudah cukup tidak ada tambahan revisi. Jika sudah tidak ada, maka revisi dua sebagai revisi akhir. Sementara jika masih ada evaluasi dan revisi tambahan, perlu tambahan uji lapangan lagi. 

8. Diseminasi dan Implementasi 

Di tahap ini, peneliti bertujuan untuk menyebarluaskan produk atau hasil penelitian yang sudah dilakukan. Jika konteksnya dalam bentuk perusahaan atau sebuah produk, maka produk harus diperkenalkan ke kota, kabupaten atau dalam jangkauan nasional. 

Jika penelitian berbentuk kajian teori, maka dapat disebarluaskan dalam bentuk pertemuan, jurnal ilmiah, publikakasi dan lain sebagainya. 

Itulah cara dan langkah dari penelitian pengembangan. pada dasarnya riset ini secara teknis berbeda-beda perlakuannya. Tergantung dari peruntukannya. Misalnya, untuk pengembangan dalam konteks perusahaan, atau dalam konteks dunia pendidikan. Beda peruntukan konteks, beda pula treatment perlakuannya. 

Dari pembahasan tentang R&D di atas, barangkali Anda punya pengalaman dalam melakukan penelitian R&D? Jika ada, Anda boleh tuliskan di kolom komentar loh. karena pengalaman Anda sangat berarti bagi pemula yang akan melakukan penelitian serupa. 

Semoga sedikit ulasan di atas bisa memberikan gambaran dan manfaat. Selamat mencoba dan semoga cepat kelar tugasnya. (Irukawa Elisa). 

Artikel Terkait :

  • Jenis Angket Penelitian 
  • Jenis Laporan Penelitian 
  • Pendekatan Penelitian 
  • Responden Penelitian 
  • Jenis Data Penelitian

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja layanan parafrase konversi.

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Picture of deepublish

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

apa itu research and development

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

  • Menerbitkan Buku
  • Pengadaan Buku
  • Reseller Buku
  • Mitra Net Promoter

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected] E2 Marketing : [email protected]

apa itu research and development

  • Search Search Please fill out this field.

What Is Research and Development?

  • Understanding R&D
  • Types of R&D
  • Pros and Cons
  • Considerations
  • R&D vs. Applied Research
  • R&D Tax Credits

The Bottom Line

  • Business Essentials

What Is Research and Development (R&D)?

apa itu research and development

Investopedia / Ellen Lindner

Research and development (R&D) is the series of activities that companies undertake to innovate. R&D is often the first stage in the development process that results in market research product development, and product testing.

Key Takeaways

  • Research and development represents the activities companies undertake to innovate and introduce new products and services or to improve their existing offerings.
  • R&D allows a company to stay ahead of its competition by catering to new wants or needs in the market.
  • Companies in different sectors and industries conduct R&D—pharmaceuticals, semiconductors, and technology companies generally spend the most.
  • R&D is often a broad approach to exploratory advancement, while applied research is more geared towards researching a more narrow scope.
  • The accounting for treatment for R&D costs can materially impact a company's income statement and balance sheet.

Understanding Research and Development (R&D)

The concept of research and development is widely linked to innovation both in the corporate and government sectors. R&D allows a company to stay ahead of its competition. Without an R&D program, a company may not survive on its own and may have to rely on other ways to innovate such as engaging in mergers and acquisitions (M&A) or partnerships. Through R&D, companies can design new products and improve their existing offerings.

R&D is distinct from most operational activities performed by a corporation. The research and/or development is typically not performed with the expectation of immediate profit. Instead, it is expected to contribute to the long-term profitability of a company. R&D may often allow companies to secure intellectual property, including patents , copyrights, and trademarks as discoveries are made and products created.

Companies that set up and employ departments dedicated entirely to R&D commit substantial capital to the effort. They must estimate the risk-adjusted return on their R&D expenditures, which inevitably involves risk of capital. That's because there is no immediate payoff, and the return on investment (ROI) is uncertain. As more money is invested in R&D, the level of capital risk increases. Other companies may choose to outsource their R&D for a variety of reasons including size and cost.

Companies across all sectors and industries undergo R&D activities. Corporations experience growth through these improvements and the development of new goods and services. Pharmaceuticals, semiconductors , and software/technology companies tend to spend the most on R&D. In Europe, R&D is known as research and technical or technological development.

Many small and mid-sized businesses may choose to outsource their R&D efforts because they don't have the right staff in-house to meet their needs.

Types of Research and Development (R&D)

There are several different types of R&D that exist in the corporate world and within government. The type used depends entirely on the entity undertaking it and the results can differ.

Basic Research

There are business incubators and accelerators, where corporations invest in startups and provide funding assistance and guidance to entrepreneurs in the hope that innovations will result that they can use to their benefit.

M&As and partnerships are also forms of R&D as companies join forces to take advantage of other companies' institutional knowledge and talent.

Applied Research

One R&D model is a department staffed primarily by engineers who develop new products —a task that typically involves extensive research. There is no specific goal or application in mind with this model. Instead, the research is done for the sake of research.

Development Research

This model involves a department composed of industrial scientists or researchers, all of who are tasked with applied research in technical, scientific, or industrial fields. This model facilitates the development of future products or the improvement of current products and/or operating procedures.

The largest companies may also be the ones that drive the most R&D spend. For example, Amazon has reported $1.147 billion of research and development value on its 2023 annual report.

Advantages and Disadvantages of R&D

There are several key benefits to research and development. It facilitates innovation, allowing companies to improve existing products and services or by letting them develop new ones to bring to the market.

Because R&D also is a key component of innovation, it requires a greater degree of skill from employees who take part. This allows companies to expand their talent pool, which often comes with special skill sets.

The advantages go beyond corporations. Consumers stand to benefit from R&D because it gives them better, high-quality products and services as well as a wider range of options. Corporations can, therefore, rely on consumers to remain loyal to their brands. It also helps drive productivity and economic growth.

Disadvantages

One of the major drawbacks to R&D is the cost. First, there is the financial expense as it requires a significant investment of cash upfront. This can include setting up a separate R&D department, hiring talent, and product and service testing, among others.

Innovation doesn't happen overnight so there is also a time factor to consider. This means that it takes a lot of time to bring products and services to market from conception to production to delivery.

Because it does take time to go from concept to product, companies stand the risk of being at the mercy of changing market trends . So what they thought may be a great seller at one time may reach the market too late and not fly off the shelves once it's ready.

Facilitates innovation

Improved or new products and services

Expands knowledge and talent pool

Increased consumer choice and brand loyalty

Economic driver

Financial investment

Shifting market trends

R&D Accounting

R&D may be beneficial to a company's bottom line, but it is considered an expense . After all, companies spend substantial amounts on research and trying to develop new products and services. As such, these expenses are often reported for accounting purposes on the income statement and do not carry long-term value.

There are certain situations where R&D costs are capitalized and reported on the balance sheet. Some examples include but are not limited to:

  • Materials, fixed assets, or other assets have alternative future uses with an estimable value and useful life.
  • Software that can be converted or applied elsewhere in the company to have a useful life beyond a specific single R&D project.
  • Indirect costs or overhead expenses allocated between projects.
  • R&D purchased from a third party that is accompanied by intangible value. That intangible asset may be recorded as a separate balance sheet asset.

R&D Considerations

Before taking on the task of research and development, it's important for companies and governments to consider some of the key factors associated with it. Some of the most notable considerations are:

  • Objectives and Outcome: One of the most important factors to consider is the intended goals of the R&D project. Is it to innovate and fill a need for certain products that aren't being sold? Or is it to make improvements on existing ones? Whatever the reason, it's always important to note that there should be some flexibility as things can change over time.
  • Timing: R&D requires a lot of time. This involves reviewing the market to see where there may be a lack of certain products and services or finding ways to improve on those that are already on the shelves.
  • Cost: R&D costs a great deal of money, especially when it comes to the upfront costs. And there may be higher costs associated with the conception and production of new products rather than updating existing ones.
  • Risks: As with any venture, R&D does come with risks. R&D doesn't come with any guarantees, no matter the time and money that goes into it. This means that companies and governments may sacrifice their ROI if the end product isn't successful.

Research and Development vs. Applied Research

Basic research is aimed at a fuller, more complete understanding of the fundamental aspects of a concept or phenomenon. This understanding is generally the first step in R&D. These activities provide a basis of information without directed applications toward products, policies, or operational processes .

Applied research entails the activities used to gain knowledge with a specific goal in mind. The activities may be to determine and develop new products, policies, or operational processes. While basic research is time-consuming, applied research is painstaking and more costly because of its detailed and complex nature.

R&D Tax Credits

The IRS offers a R&D tax credit to encourage innovation and significantly reduction their tax liability. The credit calls for specific types of spend such as product development, process improvement, and software creation.

Enacted under Section 41 of the Internal Revenue Code, this credit encourages innovation by providing a dollar-for-dollar reduction in tax obligations. The eligibility criteria, expanded by the Protecting Americans from Tax Hikes (PATH) Act of 2015, now encompass a broader spectrum of businesses. The credit tens to benefit small-to-midsize enterprises.

To claim R&D tax credits, businesses must document their qualifying expenses and complete IRS Form 6765 (Credit for Increasing Research Activities). The credit, typically ranging from 6% to 8% of annual qualifying expenses, offers businesses a direct offset against federal income tax liabilities. Additionally, businesses can claim up to $250,000 per year against their payroll taxes.

Example of Research and Development (R&D)

One of the more innovative companies of this millennium is Apple Inc. As part of its annual reporting, it has the following to say about its research and development spend:

In 2023, Apple reported having spent $29.915 billion. This is 8% of their annual total net sales. Note that Apple's R&D spend was reported to be higher than the company's selling, general and administrative costs (of $24.932 billion).

Note that the company doesn't go into length about what exactly the R&D spend is for. According to the notes, the company's year-over-year growth was "driven primarily by increases in headcount-related expenses". However, this does not explain the underlying basis carried from prior years (i.e. materials, patents, etc.).

Research and development refers to the systematic process of investigating, experimenting, and innovating to create new products, processes, or technologies. It encompasses activities such as scientific research, technological development, and experimentation conducted to achieve specific objectives to bring new items to market.

What Types of Activities Can Be Found in Research and Development?

Research and development activities focus on the innovation of new products or services in a company. Among the primary purposes of R&D activities is for a company to remain competitive as it produces products that advance and elevate its current product line. Since R&D typically operates on a longer-term horizon, its activities are not anticipated to generate immediate returns. However, in time, R&D projects may lead to patents, trademarks, or breakthrough discoveries with lasting benefits to the company. 

Why Is Research and Development Important?

Given the rapid rate of technological advancement, R&D is important for companies to stay competitive. Specifically, R&D allows companies to create products that are difficult for their competitors to replicate. Meanwhile, R&D efforts can lead to improved productivity that helps increase margins, further creating an edge in outpacing competitors. From a broader perspective, R&D can allow a company to stay ahead of the curve, anticipating customer demands or trends.

There are many things companies can do in order to advance in their industries and the overall market. Research and development is just one way they can set themselves apart from their competition. It opens up the potential for innovation and increasing sales. However, it does come with some drawbacks—the most obvious being the financial cost and the time it takes to innovate.

Amazon. " 2023 Annual Report ."

Internal Revenue Service. " Research Credit ."

Internal Revenue Service. " About Form 6765, Credit for Increasing Research Activities ."

Apple. " 2023 Annual Report ."

apa itu research and development

  • Terms of Service
  • Editorial Policy
  • Privacy Policy

Pentingnya Research and Development untuk Kesuksesan Bisnis

  • Published on April 27, 2022

Research and Development adalah

Research and Development adalah proses di mana perusahaan bekerja untuk memperoleh pengetahuan baru yang mungkin digunakan untuk menciptakan teknologi, produk, layanan, atau sistem baru yang akan digunakan atau dijual. Tujuannya paling sering adalah untuk menambah laba perusahaan.

Pengertian yang hampir sama juga disebutkan dalam laman Inc, bahwa Research and Development adalah proses untuk menciptakan teknologi baru atau yang lebih baik yang dapat memberikan keunggulan kompetitif di tingkat bisnis, industri, atau nasional.

R&D sering kali dilakukan oleh departemen atau tim di internal perusahaan, namun juga tidak menutup kemungkinan bahwa R&D dialihdayakan ke pihak ketiga seperti specialist atau universitas. Ada pula perusahaan yang melakukan ketiganya seperti perusahaan multinasional yang sudah besar. Sehingga outsourcing dilakukan di negara lain dengan memanfaatkan pihak yang lebih memahami pasar lokal di negara tersebut.

Dengan timbal balik yang tinggi, proses R&D biasanya juga memerlukan biaya yang tinggi pula. Setiap bisnis yang menciptakan dan menjual produk atau layanan, baik itu perangkat lunak atau yang lainnya, biasanya berinvestasi dalam beberapa tingkat R&D, terlepas dari ukuran besar kecilnya perusahaan tersebut.

3 Tipe Research and Development (R&D)

Research and Development adalah

Research and Development (R&D) biasanya dimulai dengan ide dan teori yang berhubungan dengan identifikasi masalah atau peluang baru. Proses R&D kemudian berfokus pada mengeksplorasi dan meneliti ide-ide itu dan melihat apa yang layak.

Beberapa tipe penelitian utama dalam Research and Development adalah sebagai berikut:

1. Riset Mendasar

Tipe pertama dalam Research and Development adalah riset mendasar. Riset mendasar adalah tentang memperoleh pengetahuan dan menggunakannya untuk membangun pemahaman dan kecerdasan yang dapat digunakan bisnis untuk keuntungannya. Pengetahuan ini dapat menjadi dasar untuk proyek R&D lebih lanjut dan dimasukkan ke dalam keputusan bisnis strategis.

2. Riset Terapan

Tipe kedua dalam Research and Development adalah riset terapan. Riset terapan jauh lebih jelas, dan sering kali terlihat untuk mencapai tujuan tertentu. Tipe riset ini bisa berupa penggunaan teknologi baru, menjangkau pasar baru, meningkatkan keselamatan, atau memangkas biaya. Riset terapan sering kali mengarah ke fase pengembangan.

3. Desain dan Pengembangan

Tipe ketiga dalam Research and Development adalah desain dan pengembangan. Tipe ini adalah tentang mengambil ide dan membuatnya menjadi produk atau proses. Secara efektif, ini tentang menerjemahkan penelitian menjadi produk atau layanan komersial. Ini sering melibatkan desain, prototipe, uji coba, pengujian, dan penyempurnaan. Prototyping adalah kunci untuk fase pengembangan karena memungkinkan untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah, dan meningkatkan desain.

Baca Juga : Perhatikan Riset Pemasaran yang Salah dan Harus Dihindari

Tugas dan Tanggung Jawab Research and Development (R&D)

Research and Development adalah

Tugas utama Research and Development adalah riset dan pengembangan produk. (Sumber: Pexels)

Departemen Research and Development (R&D) membantu perusahaan memutuskan produk dan layanan mana yang kemungkinan besar akan berhasil jika ditawarkan kepada klien dan pelanggan.

Beberapa tanggung jawab dan fungsi pekerjaan Research and Development adalah sebagai berikut:

1. Riset Produk

Pertama, tugas dan tanggung jawab Departemen Research and Development adalah riset produk, yaitu melakukan serangkaian tes, survei dan penelitian lainnya. Tujuan dari riset produk ini adalah untuk menemukan apa yang membuat produk tersebut bermanfaat, spesifikasi bagaimana tim harus membangunnya, metode pemasaran yang terbaik, dan prediksi keberhasilan produk.

2. Pengembangan Produk

Kedua, tugas dan tanggung jawab Departemen Research and Development adalah pengembangan produk. Pengembangan produk menggunakan data dan penelitian untuk merancang dan membuat produk menggunakan spesifikasi yang membuatnya paling berguna. 

Misalnya, sebuah perusahaan sedang mengembangkan ponsel baru. Tim Research and Development (R&D) mungkin berusaha memahami ukuran ponsel yang harus nyaman di tangan pengguna, peletakan tombol untuk akses mudah, kesesuaian ukuran ponsel di saku pengguna, dan seberapa besar layarnya agar nyaman dilihat. Dengan menggunakan spesifikasi ini, tim pengembangan produk sering membuat banyak desain untuk produk dan dapat membuat beberapa prototipe untuk pengujian.

3. Pembaruan Produk

Ketiga, tugas dan tanggung jawab Departemen Research and Development adalah pembaruan produk. Tim Research and Development (R&D) juga menguji dan menganalisis produk saat ini untuk menemukan cara meningkatkannya demi kenyamanan dan kegunaan. Dalam proses ini, mungkin akan lebih banyak tes dan survei untuk mempelajari apa yang pelanggan pikirkan tentang produk, diikuti dengan menguji desain baru yang menerapkan solusi yang diusulkan.

4. Kontrol Kualitas

Keempat, tugas dan tanggung jawab Departemen Research and Development adalah kontrol kualitas. R&D sering kali mencakup fase pengujian untuk memastikan kualitas produk. Karena tim riset dan pengembangan memahami standar spesifikasi yang dimaksudkan untuk setiap produk, mereka dapat memastikan produk memenuhi atau melampaui standar tersebut. Dalam proses ini, dilakukan pengujian produk itu sendiri kepada target pengguna untuk mendapatkan umpan balik. R&D menggunakan temuan mereka untuk membantu meningkatkan desain produk sebelum menyelesaikannya untuk produksi.

5. Riset Pasar

Keempat, tugas dan tanggung jawab Departemen Research and Development adalah riset pasar. Penelitian dan pengembangan juga sering bertanggung jawab untuk melakukan penelitian di pasar untuk produk baru. Beberapa pertanyaan untuk dicari jawabannya misalnya:

  • Berapa biaya produk?
  • Berapa banyak produk yang harus diproduksi?
  • Jenis kemasan apa yang paling mungkin menarik pelanggan baru?
  • Bagaimana mengingatkan konsumen tentang ketersediaan produk baru?

Baca Juga : Strategi dan Pentingnya Product Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Melakukan R&D secara Mudah bersama Qiscus

Pada akhirnya, Research and Development adalah suatu proses yang penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan persaingan produknya di pasar. Selain itu, jika berhasil, maka manfaat yang bisa diperoleh dari proses Research and Development adalah peningkatan profit perusahaan.

Melakukan research and development tentunya akan lebih mudah jika menggunakan aplikasi digital yang mampu mengukur kemampuan dan keinginan customer secara cepat.

Qiscus akan membantu Anda memenuhi hal tersebut. Dengan teknologi analytic yang dimiliki Qiscus, maka Anda akan mendapatkan data customer secara real time dan valid. Bahkan Anda juga bisa melakukan survei terpadu tentang apa saja yang diinginkan customer terhadap produk Anda secara mudah. Tunggu apalagi, segera bergabung dengan kami dan dapatkan informasi lengkapnya di sini .

  • Research and Development
  • riset pasar
  • riset pemasaran
  • Tanggung Jawab Research and Development
  • Tipe Research and Development
  • Tugas Research and Development

' src=

Contoh Strategi Pemasaran yang Penting Diketahui

Ide kata-kata kartu ucapan terima kasih sudah berbelanja untuk customer, you may also like.

Data pelanggan di WhatsApp Business API untuk personal customer experience

8 Tips Memaksimalkan Data Pelanggan untuk Personal Customer Experience

  • by Bima Sandria
  • Published on June 6, 2023
  • Updated on June 12, 2023

Social Commerce

Social Commerce: Pengertian dan Manfaatnya

  • by almasathia
  • Published on March 28, 2024

apa itu research and development

3 Cara Mudah Mendapatkan Centang Hijau WhatsApp

  • Published on July 11, 2022
  • Updated on November 29, 2022

sms blast

Fungsi dan Cara Memanfaatkan SMS Blast untuk Pemasaran

  • Published on November 8, 2021

Integrated Marketing Communication

Manfaat Integrated Marketing Communication dan Cara Penerapannya

  • Published on March 21, 2022

peluang usaha yang belum banyak pesaing

Simak! Daftar Peluang Usaha yang Belum Banyak Pesaing dan Menjanjikan

  • Published on April 29, 2022
  • Updated on May 10, 2022

Gramedia Pendidikan

Profesi Research And Development

profesi research and development

Gaji Research And Development

Rp. 4Jt - Rp. 6Jt / Bulan

Pendidikan Research And Development

S1 Bioteknologi

Sertifikasi Research And Development

Deskripsi research and development.

Profesi Research And Development memegang peranan penting, dan menjadi indikator kemajuan dari suatu negara. Aktivitas Research And Development biasanya dilakukan oleh suatu unit, lembaga atau pusat khusus yang dimiliki oleh suatu perusahaan, perguruan tinggi, atau lembaga pemerintahan yang tugasnya melakukan penelitian di bidang ilmu maupun teknologi.

Metode yang digunakan dalam kegiatan Research And Development biasanya menggunakan teknik riset ilmiah standar tanpa mengharapkan hasil yang pasti (bentuk riset ilmiah murni) atau untuk mendapatkan prakiraan hasil yang mempunyai nilai komersial dalam waktu dekat. Bentuk riset (penelitian) yang murni biasanya dihasilkan oleh lembaga penelitian seperti BATAN, LIPI, LAPAN, dan lain-lain. Sementara bentuk pengembangan dari hasil riset yang bersifat praktis bisa dilakukan oleh BPPT dan Pusat Research And Development yang ada di masing-masing departemen pemerintah maupun perusahaan.

[algolia_carousel]

Peran dan Tanggung Jawab Research And Development

  • Melaksanakan penelitian, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penelitian
  • Mengembangkan produk baru di bidangnya yang berguna bagi kehidupan
  • Mengoperasikan setiap alat utama, melakukan pengujian serta mengevaluasi hasil pengujian
  • Menyusun berbagai kebijakan teknis, rencana, dan program penelitian
  • Melakukan kerjasama dengan perusahaan berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa untuk aktivitas riset dan pengembangan perusahaan
  • Mendukung pelaksanaan penelitian berkualitas yang meliputi bidang kesehatan, agro, lingkungan, dan industri
  • Melakukan tes, membuat alat tes, dan mengembangkan teknologi baru untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan perusahaan
  • Memastikan kualitas performansi dalam perusahaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan

Keterampilan dan Pengetahuan Research And Development

  • Memiliki Rasa Ingin Tahu – seorang Research And Development  yang baik selalu berusaha memperluas pandangan dan cakrawala pikirnya. Keingintahuan seorang peneliti terhadap segala sesuatu sangat bermanfaat dalam proses penemuan teori, konsep, maupun hasil penelitian
  • Peduli Lingkungan – Research And Development juga harus memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap pelestarian lingkungan. Sehingga, penelitian yang dilakukan dapat berperan dalam pelestarian dan keselamatan seluruh makhluk yang hidup di bumi ini
  • Berpendapat secara ilmiah dan kritis. Setiap pendapat yang dikemukakan Research And Development harus berdasar pada fakta yang telah teruji kebenarannya, tidak mengada-ada dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dengan demikian, hasil penelitian memiliki dasar pijakan yang kuat dan akurat.

Kepribadian Research And Development

  • Berpikir Analitis – Menggunakan logika dan penalaran untuk mengindentifikasi kekuatan dan kelemahan dari solusi alternatif, ataupun pendekatan permasalahan yang ditangani
  • Problem Solving – Memahami masalah yang rumit dan mengetahui cara menggunakan teknologi untuk menyelesaikannya
  • Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi – Research And Development yang baik akan selalu berusaha memperluas pandangan dan cakrawala pikirnya. Keingintahuannya terhadap segala sesuatu sangat bermanfaat dalam proses penemuan teori, konsep, maupun penemuan baru
  • Ulet dan Gigih – Pantang bagi seorang Research And Development untuk berputus asa saat menghadapi kegagalan dalam sebuah penelitian. Penelitian yang gagal harus terus dianalisis dengan demikian dapat menjadi acuan perbaikan bagi penelitian sesudahnya

profesi research and development

Cara Menjadi Research And Development

Pendidikan Strata 1

Bagimu yang tertarik dengan posisi Research And Development maka harus memiliki minimal pendidikan gelar sarjana di bidang ilmu Bioteknologi, atau jurusan apapun sesuai bidang pekerjaan yang akan diambil. Jika ingin bekerja di teknologi makanan maka Lulusan Bioteknologi cenderung lebih disukai karena perkuliahannya mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Bioteknologi sebagai ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. Pendidikan Bioteknologi ini akan ditempuh dalam waktu 4 tahun.

Info lengkap mengenai jurusan Bioteknologi dapat dilihat di Jurusan Bioteknologi

Prospek Kerja Research And Development

Peluang kerja sebagai Research & Development akan selalu terbuka, karena:

Peran Penting Research & Development dalam Pengembangan Suatu Produk maupun Riset Keilmuan yang akan Memajukan Suatu Negara

Bagian Research & Development di suatu perusahaan bertanggung jawab pada segala aktivitas riset dan pengembangan di perusahaan tersebut, juga memastikan kualitas performansi dalam perusahaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan. Mereka juga biasanya bertanggung jawab dalam mengelola sejumlah dana tertentu yang telah dianggarkan perusahaan untuk riset dan pengembangan. Beberapa perusahaan besar di Indonesia bahkan mulai mendirikan pusat R&D lho, mulai dari Honda, Yamaha, Daihatsu, Samsung, Vivo, ada juga perusahaan e-commerce Bukalapak, dan lainnya.

Dimana Research And Development Bekerja

Research & development bekerja di perusahaan swasta, lembaga pemerintahan ataupun institusi pendidikan .

Secara umum, potensi pertumbuhan karier staf Research & Development  dimulai dari Staf Research & Development, Manajer Research & Development , Tertinggi adalah Direktur Research & Development. T ugas Profesi Research & Development sendiri adalah melakukan test dan tak jarang membuat alat test sendiri kemudian mengembangkan teknologi baru untuk meningkatkan kualitas produk suatu perusahaan. Research & Development juga merupakan bagian yang dihubungi apabila pihak luar hendak melakukan kerjasama dengan perusahaan berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa untuk aktivitas riset dan pengembangan perusahaan. Berikut peluang kerja untuk profesi ini:

Instansi Pemerintahan

Research & Development menyelenggarakan fungsi Penyusunan kebijakan teknis, program, dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat, Pelaksanaan pengkajian kebijakan, strategi pengembangan infrastruktur, dan penerapan teknologi hasil penelitian dan pengembangan; pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat, Pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan, dan pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

Litbang Penerapan Teknologi

Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Penerapan Teknologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan, pengkajian kebijakan dan strategi pengembangan infrastruktur, serta penerapan teknologi hasil penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Dalam melaksanakan tugasnya Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Penerapan Teknologi menyelenggarakan fungsi:

  • Penyusunan kebijakan teknis, program, dan anggaran penelitian dan pengembangan kebijakan dan penerapan teknologi
  • Pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan dan penerapan teknologi
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan hasil penelitian dan pengembangan kebijakan dan penerapan teknologi
  • Pelaksanaan urusan peningkatan kapasitas sumber daya manusia penelitian dan pengembangan kebijakan dan penerapan teknologi
  • Pelaksanaan pengelolaan sarana kelitbangan
  • Pelaksanaan urusan ketatausahaan, keuangan, dan umum
  • Pelaksanaan kerja sama hasil penelitian dan pengembangan kebijakan dan penerapan teknologi
  • Pelaksanaan kajian kebijakan penyelenggaraan infrastruktur di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Institusi Pendidikan

Research & Development mutu guru diperlukan demi terwujudnya tenaga kependidikan yang bermutu. Penelitian dan pengembangan mutu guru meliputi tiga hal yaitu penelitian pengembangan mutu profesi, kompetensi serta kinerja guru. Pengembangan mutu profesi, kompetensi, serta kinerja guru dilakukan sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Syarat Research & Development di Institusi pendidikan diantaranya memahami hakikat ilmu yang diajarkan, Memahami kiat pembelajaran ilmu, Memiliki kemampuan strukturisasi ilmunya menjadi peta konsep dasas, Memiliki kemampuan meneliti dan menyediakan sumber belajar, Memiliki kemampuan menyediakan media pembelajaran, Memiliki kemampuan organisasi ilmunya menjadi bahan ajar, Memiliki kemampuan memaknakan kurikulum menjadi objek dan persoalan belajar sert a Memiliki kemampuan menentukan evaluasi hasil pembelajaran ilmu.

Universitas Terkait

Pertanyaan yang sering ditanyakan, berapa kisaran gaji seorang research and development (rnd).

Kisaran gaji seorang Research And Development (RnD) adalah  Rp 4.000.000 hingga Rp 6.000.000 per bulannya.

Apa saja jurusan kuliah yang harus diambil untuk menekuni profesi ini?

Jika kamu ingin berkarier pada profesi ini, maka jurusan kuliah yang harus kamu ambil adalah yang sesuai dengan profesi impianmu.

Apa saja keahlian yang dibutuhkan untuk menekuni profesi ini?

Kemampuan meneliti, Kemampuan melakukan analisis, Kemampuan berpikir kritis, Kemampuan berinovasi, Penguasaan bahasa asing dan Pemahaman metode riset.

Jurusan Sastra Jerman_[626x626]

apa itu research and development

Pengertian Penelitian Pengembangan Menurut Para Ahli, Tujuan dan Ciri-Cirinya

Pengertian Metode Penelitian pengembangan (Litbang) atau sering juga disebut dengan istilah Research & Development (R&D), merupakan jenis penelitian yang umumnya banyak digunakan dalam dunia pendidikan. Secara umum pengertian penelitian pengembangan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk memperoleh data sehingga dapat dipergunakan untuk menghasilkan, mengembangkan dan memvalidasi produk.

Penelitian pengembangan difungsikan sebagai dasar untuk bangunan/konstruksi model dan teori. Kata penelitian merujuk pada proses pemecahan masalah dan menemukan fakta secara terorganisir sedangkan pengembangan merujuk kepada usaha peningkatan kemampuan teoritis, konseptual dan moral sesuai kebutuhan melalui latihan dan pendidikan.

Jika digabungkan, pengertian penelitian pengembangan ( Research & Development ) didefinisikan sebagai jenis penelitian yang memfokuskan diri pada tujuan mengembangkan, memperluas, dan menggali lebih jauh atas sebuah teori dalam disiplin ilmu tertentu.

Pengertian Penelitian Pengembangan Menurut Para Ahli

Borg dan gall (1889).

Pengertian penelitian pengembangan menurut Borg dan Gall:

“Penelitian pengembangan pendidikan adalah suatu proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan”

Luaran atau hasil dari penelitian pengembangan tidak hanya pengembangan produk yang sudah ada, tetapi juga untuk menemukan pengetahuan atau jawaban atas persoalan/permasalahan praktis.

Mengemukakan bahwa pengertian penelitian pengembangan didefinisikan sebagai upaya untuk mengembangkan suatu produk yang efektif dan berupa bahan-bahan pembelajaran, media, strategi pembelajaran untuk digunakan di sekolah, dan bukan untuk menguji teori.

Van Den Akker dan Plomp (1993)

Menjelaskan bahwa ada dua dasar tujuan penelitian pengembangan yaitu: 1) pengembangan Model /prototype produk dan 2) penyusunan saran-saran metodologi untuk perancangan dan evaluasi model atau prototype produk.

Seels dan Richey (1994)

Pengertian penelitian pengembangan diartikan sebagai suatu analisis sistematik terhadap perancangan, pengembangan dan evaluasi, proses dan produk pembelajaran yang harus memenuhi kriteria efektifitas, validitas, dan kepraktisan.

Richey dan Klein (2007)

Pengembangan merupakan proses penerjemahan spesifikasi rancangan ke dalam bentuk riil/fisik yang berkaitan dengan rancangan belajar sistematik, pengembangan dan evaluasi dilakukan dengan maksud menetapkan dasar ilmiah/empiris untuk membuat produk pembelajaran dan non-pembelajaran yang baru atau model peningkatan pengembangan yang telah ada.

Sugiyono (2011)

Metode penelitian dan pengembangan didefinisikan sebagai suatu metode penelitian yang dipakai untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji efektifitas produk tersebut.

Tujuan Penelitian Pengembangan

Dalam penelitian pengembangan produk yang dapat dihasillkan berupa: materi pembelajaran, buku/modul, sistem pembelajaran, model-model perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran/manajemen, media pembelajaran, program, test/kuis, dan kurikulum.

Dalam bidang pendidikan serta pembelajaran, penelitian pengembangan memfokuskan kajian pada bidang desain atau rancangan, apakah itu berupa model desain dan desain bahan ajar, produk (media), maupun proses pembelajaran.

Terdapat beberapa tujuan penelitian pengembangan dalam dunia pendidikan, diantaranya:

  • Menjembatani kesenjangan antara sesuatu yang terjadi dalam penelitian pendidikan dengan praktik pendidikan.
  • Menghasilkan produk penelitian yang dapat digunakan untuk mengembangan mutu pendidikan dan pembelajaran secara efektif.

Akker (1999) menyebutkan bahwa tujuan penelitian pengembangan ada pada empat bagian, yaitu: bagian kurikulum, bagian teknologi dan media, bagian pelajaran dan instruksi, bagian pendidikan guru dan didaktis.

Sedangkan menurut Punaji Setyosari (2015) tujuan penelitian pengembangan ingin menilai perubahan-perubahan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu.

Ciri Utama Penelitan Dan Pengembangan

Borg dan Gall (1989) menjelaskan bahwa ada empat ciri utama dalam penelitian dan pengembangan, yaitu:

  • Studying research findings pertinent to the product to be develop , yang artinya melakukan studi atau penelitian awal untuk mencari temuan-temuan penelitian terkai dengan produk yang akan dikembangkan.
  • Developing the product base on this findings , yang berarti mengembangkan produk berdasarkan temuan penelitian tersebut.
  • Field testing it in the setting where it will be used eventually , berarti dilakukannya uji lapangan dalam pengaturan/kondisi atau situasi senyatanya di mana produk tersebut nantinya digunakan.
  • Revising it to correct the deficiencies found in the field-testing stage, yang berarti melakukan revisi untuk perbaikan kelemahan-kelemahan.

Perbedaan penelitian konvensional dengan penelitian pengembangan:

  • Penelitian konevensional memiliki sasaran penelitian untuk menemukan pengetahuan baru atau memecahkan masalah khusus sedangkan penelitian pengembangan memiliki sasaran untuk mengembangkan produk pendidikan yang efektif dan akuntabel.
  • Prosedur penelitian pada penelitian konvensional bersifat linier sedangkan penelitian pengembangan bersifat siklus.
  • Hasil penelitian pada penelitian konvensional seringkali tidak dioperasionalkan di dalam bidang pendidikan sedangkan hasil penelitian pengembangan match (sesuai) dengan kepentingan pengembangan mutu pendidikan.

Sekian artikel mengenai Pengertian Penelitian Pengembangan Menurut Para Ahli, Tujuan dan Ciri-Cirinya. Jika artikel ini bermanfaat silahkan Share! Kunjungi terus ranahresearch.com untuk update artikel seputar pendidikan! Salam!

Sumber:  https:// www.slideshare.net /YamantoIsa/penelitian-pengembangan-research-and-development

Nofri Satriawan

Mungkin Kamu Tertarik

Artikel terbaru.

peluang karir jurusan manajemen

Peluang Karir Jurusan Manajemen, Mengenal Lebih Dekat Jurusan Manajemen

peluang karir jurusan ilmu ekonomi

Membongkar Keajaiban Jurusan Ilmu Ekonomi: Memahami Peran dan Peluang Karir Jurusan Ilmu Ekonomi

skripsi teknik sipil

100 Kumpulan Judul Skripsi Teknik Sipil beserta Metode Penelitiannya yang Terbaru

jurusan manajemen

Daftar Universitas dengan Jurusan Manajemen Terbaik di Indonesia

apa itu research and development

Daftar Judul Skripsi Teknik Mesin tahun 2021, bisa untuk pengajuan judul skripsi

apa itu research and development

Pengertian Metode Waterfall dan Tahap-Tahapnya

© 2023 Ranah Research. All Rights Reserved PT Ranah Media Digital

Informatif dan Mencerahkan

  • Metode Penelitian R&D (Research and Development)
Langkah penelitian R&D
  • Potensi dan masalah . Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi dan masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi.
  • Mengumpulkan informasi . Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan update, maka selanjutnya perlu dikumpulkan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapakan dapat mengatasi masalah tersebut.
  • Desain produk . Produk didesain untuk dapat mengatasi masalah yang ada.
  • Validasi desain . Validasi desain merupakan kegiatan penilaian rancangan produk oleh ahli yang berkompeten dibidangnya,
  • Perbaikan desain . Setelah desain produk, dinilai melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya, maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut dikurangi dengan memperbaiki desain.
  • Uji Coba produk . Produk diujicobakan pada kelompok terbatas.
  • Revisi produk . Kelemahan-kelemahan produk yang ditemukan dalam sampel terbatas selanjutnya diperbaiki untuk memperoleh produk yang lebih sempurna.
  • Uji coba pemakaian . Produk diujicobakan pada kelompok yang lebih luas.
  • Revisi produk . Perbaikan produk apabila ditemukan kelemahan pada ujicoba skala luas.
  • Pembuatan produk masal . Produk final yang dihasilkan diproduksi secara masal untuk dapat digunakan secara optimal.

Related Articles :

1 komentar:.

apa itu research and development

Pos Populer

  • Beta (β) Oksidasi Asam Lemak
  • Glikogenesis, Glikogenolisis, dan Glukoneogenesis
  • Proses dan Tahapan Glikolisis
  • Perbandingan Jantung Ikan, Amfibi, Reptil, Burung, dan Mamalia
  • Proses dan Tahapan Transfer/ Transpor Elektron
  • Katabolisme Asam Amino di Tubuh Manusia
  • Proses dan Tahapan Siklus Krebs
  • Uji Benedict

6 Pengertian Penelitian dan Pengembangan (R&D) Menurut Ahli

apa itu research and development

Daftar isi: [Hide]

Penelitian dan Pengembangan atau istilah lainnya yakni Research and Development (R&D) merupakan hal yang cukup baru dalam bidang pendidikan. Hasil dari penelitian dan pengembangan sendiri tidak hanya sebatas mengenai media, alat, atau bahan ajar semata. Namun lebih dari itu juga mencakup prosedur, metode, hingga pengelolaan kelas.

Lalu apa pengertian penelitian dan pengembangan (R&D)? berikut ini adalah ulasan lengkapnya menurut ahli. Dalam referensi ini sudah disertai dengan tahun, halaman, hingga daftar pustakanya.

Pengertian penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D)

pengertian penelitian dan pengembangan

Gall, Gall dan Borg (2003: 569) mendefinisikan penelitian dan pengembangan adalah model pengembangan pendidikan untuk merancang produk atau prosedur baru. Dengan dites di lapangan secara sistematis, dievaluasi, kemudian diperbaiki maka akan diperoleh keefektifan, kualitas, ataupun standar yang sama.

Gay, Mills, dan Airasian (2009: 18) menguraikan tujuan penelitian dan pengembangan bukan sekedar menguji atau merumuskan teori, namun untuk menciptakan produk baru yang efektif untuk digunakan di sekolah-sekolah.

Nana Syaodih Sukmadinata (2015: 164) mengemukakan pendapat mengenai pengertian penelitian dan pengembangan yakni metode penelitian yang ampuh untuk memperbaiki praktik. Penelitian ini merupakan prosedur untuk membuat produk atau mengembangkan produk yang ada supaya menjadi lebih baik.

Produk yang dihasilkan tidak hanya berbentuk fisik seperti buku, alat, atau media, tetapi juga program komputer untuk pengelolaan data, pengelolaan kelas, perpustakaan, dll.

Sugiyono (2015: 407) menjelaskan penelitian pengembangan (R&D) secara sederhana yakni merupakan metode penelitian untuk menghasilkan suatu produk tertentu, serta menguji efektifitas produk tersebut.

Trianto (2011: 206) menjelaskan penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) adalah rangkaian prosedur untuk membuat produk baru ataupun menyempurnakan produk yang sudah ada supaya bisa dipertanggungjawabkan.

Adapun produk yang dihasilkan bisa bermacam-macam bisa perangkat keras seperti alat, modul, buku, maupun perangkat lunak seperti program untuk pembelajaran, laboratorium, perpustakaan, evaluasi dll.

Zainal Arifin ( 2011: 126) menjelaskan pengertian penelitian dan pengembangan (R&D) adalah suatu metode untuk mengatasi kesenjangan antara penelitian terapan dan penelitian dasar. Seringkali dalam penelitian ditemukan kesenjangan antara hasil penelitian yang bersifat teoritis dengan hasil penelitian yang bersifat praktis. Maka penelitian pengembembangan dapat mengatasi kesenjangan tersebut.

Demikianlah pengertian penelitian dan pengembangan atau R&D, semoga artikel ini bisa menambah referensi ada. Anda bisa mengutip artikel ini namun jangan lupa untuk menyertakan sumbernya, terima kasih.

Daftar Pustaka:

Borg, W R & Gall, M D. 2003. Educational Research: an Introduction (7. ed). New York: Logman Inc

Gay, L. R., Mills, G. E., & Airasian, P. W. (2009). Educational research : competencies for analysis and applications (9th ed.). Upper Saddle River

Nana Syaodih Sukmadinata. 2015. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Trianto. 2011. Pengantar Penelitian Pendidikan Bagi Pengembangan Profesi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Jakarta: Kencana.

Zainal Arifin. 2011. Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru. Bandung: Rosdakarya.

apa itu research and development

7 Jurusan Kuliah Untuk Orang Pendiam dan Pemalu

apa itu research and development

5 Universitas Terbaik di Dunia Tahun 2024

apa itu research and development

Alasan Tidak Boleh Salah Memilih Jurusan Kuliah

  • Dunia Kampus
  • Kirim Artikel

Email: [email protected]

Instagram: meenta_net

Live Search

  • Tentang Karyatulisku

Karyatulisku

  • Contoh Penelitian
  • Judul Penelitian
  • Metode Penelitian

Penelitian Kualitatif

Penelitian Kuantitatif

  • Variabel Penelitian

Contoh Judul Skripsi Akuntansi Terlengkap

Contoh Judul Skripsi Akuntansi Terlengkap

Kumpulan Judul Skripsi Jurusan Manajemen

Kumpulan Judul Skripsi Jurusan Manajemen

Memahami Uji Validitas dalam Penelitian

Memahami Uji Validitas dalam Penelitian

Cara Menulis Kata Pengantar Skripsi dan Contohnya

Cara Menulis Kata Pengantar Skripsi dan Contohnya

Apa Itu Prototype dan Bagaimana Contohnya

Apa Itu Prototype? dan Bagaimana Contohnya?

Cara Menentukan Variabel dalam Penelitian

Cara Menentukan Variabel dalam Penelitian

Karyatulisku

Memahami Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D

Artikel terkait, cara menyusun bab 3 skripsi dengan baik dan benar, contoh instrumen penelitian dan penjelasannya secara lengkap, contoh kerangka teoritis penelitian dan cara membuatnya, memahami cara membuat flowchart yang benar.

KangTopik – Perbedaan Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.

Pengertian Penelitian

Sebelum kita masuk substansi pokok untuk membahas perbedaan penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D, alangkah lebih baiknya jika kita memahami pengertian dari penelitian.

apa itu research and development

Penelitian menurut Soegeng (2006) dalam kata pengatar buku yang ia tulis menyampaikan bahwa penelitian adalah sebuah upaya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan upaya adanya temuan-temuan baru. Sehingga sebuah penelitian itu artinya adalah sebuah usaha, usaha tersebut dilakukan dengan proses. Pendapat diatas juga menekankan bahwa penelitian itu ditujukan untuk mengembangkan pengetahuan (tujuan pertama) dan untuk menemukan pengetahuan-pengetahuan baru (tujuan kedua).

Sehingga penelitian itu bertujuan. Jadi kalau seseorang yang katanya melakukan penelitian, namun tidak tau tujuannya mau digunakan untuk apa, maka jangan harap bakal dapat hasil yang baik, bahkan hanya untuk menyelesaikannya belum tentu berhasil.

Soegeng (2006) lebih lanjut menyampaikan bahwa yang disebut ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang diperoleh dengan metode ilmiah.

Dari pendapat Soegeng, ada beberapa hal yang dapat dimaknai dari definisi pengertian itu sendiri. Penelitian itu adalah proses untuk mencapai tujuaan baik mengembangkan pengetahuan atau untuk menemukan pengetahuan-pengetahuan baru yang dilakukan dengan metode yang ilmiah.

Sementara menurut Sugiyono (2013: 2) Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dari pendapat tersebut sebenarnya ada empat kata kunci dalam penelitian yang dapat kita ambil, yaitu; 1) cara ilmiah, 2) data, 3) tujuan, 4) kegunaan.

Saya kutip dari pendapat Dian purnama Sari metode ilmiah merupakan suatu proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fasis. Pendapat tersebut jelas menyampaikan bahwa metode ilmiah adalah cara yang dilakukan untuk memperoleh pengetahuan dengan sistemasis. Artinnya ada syarat-sayarat dan sifat-sifat   yang harus dipenuhi untuk dikatakan sebagai sebuah metode ilmiah.

Sebuah pengetahuan dikatakan diperoleh dengan metode yang ilmiah jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Obyektif 
  • Metodik 
  • Sistematik 

Sementara sifat-sifat dari metode ilmiah adalah sebagai berikut:

  • Efisien 
  • Terbuka 

Tujuan Penelitian

Seperti saya ungkapkan tadi diawal, sebuah penelitian itu dilakukan karena ada tujuannya. Menurut Soegeng penelitian itu mempunyai dua tujuan yaitu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan untuk menemukan pengetahuan-pengetahuan baru.

Sugiono juga menyampaikan bahwa salah satu kata kunci dari empat kata kunci dalam penelitian adalah tujuan. Sugiyono (2013: 3) menyampaikan bahwa secara umum tujuan penelitian ada tiga yaitu yang bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan.  

Penemuan artinya bahwa penelitian ini digunakan untuk benar-benar menemukan pengetahuan yang baru. Data-data yang diperoleh adalah data yang sebelumnya belum pernah ada.

Pembuktian artinya bahwa penelitian ini digunakan untuk membuktikan pengetahuan yang telah ada.   Digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap data atau pengetahuan yang telah ada.

Pengembangan artinya bahwa penelitian ini digunakan untuk mengembangkan pengetahuan yang telah ada. Data-data yang diperoleh merupakan data yang digunakan untuk memperluas atau memperdalam pengetahuan yang telah ada.

Ketiga tujian tersebut yaitu penemuan, pembuktian dan pengembangan merupakan dasar yang akan melandasi dalam memahami perbedaan dari penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Manfaat Penelitian

Ada empat kata kunci penelitian yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan.

Kegunaan berkaitan dengan manfaat fungsi. Digunakan untuk apa, dimanfaatkan untuk apa hasil penelitian tersebut.Menurut Sugiono (2013: 3) secara umum penelitian dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah.  

  • Memahami artinya adalah membuat suatu informasi atau masalah yang sebelumnya tidak tau menjadi tau.  
  • Memecahkan artinya membuat suatu permaslah terselesaikan, meminimalkan atau menghilangkan masalah tersebut.  
  • Mengantisipasi artinya adalah membuat suatu masalh tidak terjadi kembali.

Dari pendapat diatas sebenarnya sebuah penelitian itu mempunyai manfaat yang berbeda-beda semuanya tergantung pada tujuan dilaksanakannya penelitian tersebut. Penelitian yang tujuannya untuk membuktikan biasanya mempunyai manfaat untuk memahami bahwa pengetahuan yang sebelumnya masih ragu-ragu menjadi tidak ragu-ragu atau dapat dipastikan kebenarannya.

Begitupun seperti penelitian yang bertujuan untuk menemukan, dan mengembangkan akan mempunyai manfaat tersendiri disesuaikan dengan tujuan dari peneliian tersebut.

Jenis Jenis Penelitian

Menurut Sugiyono (2013: 4) jenis-jenis penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuannya.

Tujuan penelitian ada tiga, Sehingga berdasarkan tujuannya maka penelitian ada tiga jenis yaitu; penelitian dasar, penelitian terapan dan penelitian pengembangan (R&D).

Jujun S, Suriasumantri (1985) dalam Sugiyono (2013: 4) menyatakan bahwa penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Dari definisi tersebut jelas bukan, penelitian ini bertujuan untuk menemukan.

Masih menurut jujun S, Suriasumantri sedangkan penelitian terapan adalah penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah –masalah kehidupan praktis. Penelitian jenis ini bertujuan untuk menyelsaikan basalah dengan membuktikan. Sehingga pada dasarnya penelitian ini berkembang berdasarkan tujuan pembuktian.

Borg and Gall (1988) dalam Sugiyono (2013: 4) menyatakan bahwa penelitian dan pengembangan (R&D) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk dalam pendidikan dan pembelajaran. (definisi lebih spesifik istilah R&D dalam dunia pendidikan). So far oke, gak masalah. Namun dari definisi tersebut kita sudah dapat mengambil kesimpulan bahwa R&D didasarkan oleh adanya tujuan dari penelitian untuk mengembangan yaitu mmemperluas atau memperdalam suatu ilmu pengetahuan.

apa itu research and development

Orang sering mengatakan bahwa penelitian kuantitatif itu adalah penelitian yang menggunakan angka-angka, sedangkan kalau kualitatif tidak. Pendapat tersebut jelas salah, karena pada kenyataanya penelitian kualitatif jugaa terkadang menggunakan angka-angka dengan analisis statistik.

Penggunaan angka-angka statistik itu berfungsi untuk memberikan makna fakta lebih taajam dan akurat sehingga hasil dari penelitian akan jauh lebih jelas.

Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandasakan filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan.

Ciri-Ciri dari penelitian kuantitatif

Proses dalam penelitian kuantitatif bersifat deduktif, sehingga dalam penerapannya dalam menjawab suatu rumusan masalah berasal dari konsep-konsep atau teori yang selanjutnya dapat dirumuskan dalam sebuah hipotesis.   Hipotesis yang telah dibuat taadi selanjutnya diujikan dengan cara mengumpulkan data-data lewat instrumen penelitian. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis, dengan menggunakan statistik. Sehingga dapat disimpulkan hipotesis diawal, apakah terbukti atau tidak.   Dari situ sebenarnya kita dapat mengambil ciri-ciri dari penelitian kuantitatif, yaitu

  • Pengukuran kuantitatif (pengukurang dengan statistika) 
  • Terdapat definisi definisi operasional yang terukur 
  • Menekankan pada data/fakta empiris 
  • Dapat diamati, diukur dan   berdasar pada realitas

Lebih lanjut dan spesifik ciri-ciri dari metode kuantitatif dapat dirincikan sebagai berikut:

  • Digunakan untuk mengukur satu atau lebih variabel, dalam hal ini dapat digunakan untuk mengukur hubungan atau korelasi antara dua variabel atau lebih. 
  • Bentuk pertanyaan (rumusah masalah) dalam penelitian kuantitatif menanyakan tentang tingkat pengaruh atau keeratan hubungan antara variabel. 
  • Penelitian kuantitatfi digunakan untuk menguji atau membuktikan teori-teori yang telah sebelumnya ada. 
  • Metode kuantitatif mengfungsikan teori-teori sebagai dasar atau titik tolak dalam menemukan konsep dalam penelitian tersebut, yang kemudian menjadi variabel dalam penelitian. 
  • Penelitian kuantitatif menggunakan hipotesis yang disusun berdasarkan hubungan antara teori-teori, konsep dan hasil penelitian. 
  • Penelitian kuantitatif lebih mengutamakan pada teknik pengumpulan data dengan angket atau data kongkrit berupa angka-angka. 
  • Metode penelitian kuantitatif menggunakan definisi operasionalisasi kerana hendak mengukur variabel, karena definisi operasional pada dasarna merupakan petunjuk untuk mengukur variabel 
  • Penelitian kuantitatif penentu ukuran jumlah responden atau sampel dengan menggunakan presentase, rumus atau table populasi-sampel, sebagai penerapan prinip keterwakilan. 
  • Peneliti kuantitatif menggunakan alur penarikan kesimpulan berproses secara deduktif, yaitu konsep, variabel ke data. 
  • Metode penelitian kuantitatif instrument penelitiannya berupa kuesioner atau angket, yang juga berfungsi sebagai teknik pengumpulan data 
  • Analisis yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dilakukan setelah data terkumpul, dengan menggunakan perhitungan angka-angka atau analisis statistic. 
  • Penelitian kuantitatif kesimpulannya berupa tingkat hubungan antar variabel.

Langkah-Langkah Penelitian Kuantitatif

Untuk melaksanakan penelitian kuantitatif, perlu dikatehui terlebih dahulu langkah-langkah dalam mengadakan penelitian ini. Pada tahap ini saya akan menyampaikan langkah-langkah dasar dalam melaksanakan penelitian. Untuk lebih khusus akan disesuaikan dengan apa yang ingin diteliti (niche research)

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut;

  • Menemukan masalah atau cakupan yang ingin diteliti dan tentang penting dan mendesaknya penelitian tersebut untuk dilaksanakan. 
  • Mencari literatur yang terkait dengan penelitian yang dipilih (melakukan kajian pustaka atau kajian teori) 
  • Membatasi masalah 
  • Merumuskan (mengajukan) hipotesis 
  • Menyatakan asumsi dasar yang   menentukan intepretasi dari hasil penelitian 
  • Menyusun rencana penelitian ; diantaranya 1) memilih subjek, responden yang akan diteliti, 2) mengontrol dan atau memanipulasi variabel variabel terkait (relevan). 3)menciptakan kriteria untuk mengevaluasi hasil penelitian, 4) membuat instrumen, memilih atau mengembangkan kriteria pengukuran. 
  • Mengkhususkan prosedur pengumpulan data (proses empiris) 
  • Melaksanakan rencana penelitian 
  • Mengevaluasi hasil dan menarik kesimpulan, serta membuat laporan.

Menggunakan Penelitian Kuantitatif

Kapankah kita menggunakan metode penelitian kuantitatif?

Jadi seorang peneliti menggunakan metode kuantitatif, ketika:

  • Masalah dalam penelitian sudah jelas, masalah adalah ketimpangan atau penyimpangan antara harapan dengan kondisi yang ada. 
  • Metode kuantitatif juga cocok jika peneliti ingin mendapatkan data dari populasi yang luas, namun tidak secara mendalam. 
  • Metode kuantitatif juga cocok jika digunakan untuk mencari tau pengaruh suatu treatment tertentu terhadap yang lain. 
  • Bila peneliti ingin menguji hipotesis, maka hipotesis penelitian tersebut berbentukdeskriptif, komparatif dan asosiatif. 
  • Bila ingin menguji adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan dan produk tertentu.

Gambar 1. Proses Penelitian Kuantitatif

apa itu research and development

Penelitian kualitatif menurut Sugiyono (2013:9) adalah metode penelitian yang berlandasakan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

Kondisi obyek alamiah, artinya bahwa obyek itu apa adanya atau tidak dimanipulasi oleh peneliti, bahkan meskipun peneliti sebagai instrumen namun kehadiran peneliti tidak mempengaruhi kebiasaan dari obyek yang diteliti.

Dalam penelitian kualitatif peneliti adalah instrumen kunci artinya bahwa instrumen atau alat yang digunakan untuk mengumpulkan data yang utama adalah peneliti itu sendiri. Oleh sebab itu dalam penelitian kualitatif peneliti sebagai instrumen kunci harus mempunyai bekal pengetahuan luas dan dasar dasar teori sehingga dapat mengumpulkan data yang tepat dan mampu bertanya.

Dalam penelitian kualitatif menuntut kedekatan peneliti dengan yang diteliti. Harapannya dengan adanya kedekatan tersebut dapat memperoleh data yang jauh lebih dalam dan bermakna. Hal itu juga karena kontak pribadi antara peneliti dan obyek penelitian sangat penting dalam metode kualitatif.

Analisis data bersifat induktif artinya bahwa peneliti berusaha memahami hasil dari penelitian tanpa harus dibebani oleh harapan yang telah ditetapkan sebelumnya (misal menolak atau menerima hipotesis). Hasil dari penelitian akan mengikuti dari data-data yang ditemukan dilapangan pada sat melakukan penelitian.

Penelitian kualitatif lebih mementingkan makna dari hasil penelitian. Penelitian kualitatif biasanya lebih dalam untuk mempelajari sesuatunya dibandingkan dengan penelitian kuantitatif. Data –data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif (trianggulasi). Yang termasuk metode kualitatif adalah interview (wawancara), Observasi (pengamatan), quesioner (angket) dan pendekatan studi kasus.

Ciri-Ciri metode kualitatif

Dilihat dari aksioma (pandangan dasar) penelitian kualitatif, adalah:

Penelitian kualitatif memandang obyek sebagai sesuatu yang dinamis (tidak dapat memecah dalam variable-variabel penelitian).

Hubungan antara peneliti dengan yang diteliti bersifat interaktif dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih bermakna.

Hubungan antara variabel saling timbal balik (tidak terdapat variabel dependen dan independen) tidak ada yang disebut veriabel mempengaruhi atau dipengaruhi karena saling interaktif.

Penelitian ini tidak dapat digenerelasikan, kecuali di traferability pada ikatan konteks waktu dan tempat.

Penelitian ini terikat pada nilai-nilai yang dibawa oleh peneliti dan sumber data.

Sementara penelitian kualitatif mempunyai ciri-ciri atau karakteristik, berdasarkan pendapat dari Erikson dalam Susan (2003), disampaikan bahwa ada 4 karakteristik dari penelitian kualitatif yaitu:

Intensive, long term participan in field setting

Careful recording of what happens an in the setting by writting field notes and inteviews notes by collecting other kinds of documentary evidence.

Analitic reflection on the documentary records by obtanied in the field.

Reporting result by means of detail descriptions direcrt quotes from interviews, and interpretative comentary.

Berdarkan penjelasan ditas maka dapat dijelaskan bahwa dalam penelitian kualitatif yang menjadi cirinya pertama adalah intensif, bahw peneliti ikut berpartisipasi lama di lapangan. Yang kedua adalah mencata atau merekam dengan berhati hat apa yang terjadi atau data yang ada dilapangan. Kediga adalah mencatat secara reflktif data yang ditemukan dilapangan dan yang keempat adalah membuat hasil penelitian secara mendetai dari hasil data yang diperoleh.

Langkah-Langkah Penelitian Kualitatif

Bagaimanakah proses penelitian kualitatif?

Sebenarnya orang yang ingin melakukan penelitian kualitatif itu dapat diibaratkan seperti orang yang akan melakukan wisata atau piknik. Dia tau objek tempat piknik yang akan didatangi namun dia tidak mengetahui secara pasti tempat seperti apa yang akan dikunjungi.   Ia akan tau nanti setelah ia memasuki lokasi piknik dengan cara melihat, membaca berbagai informasi yang tersedia.

Meskipun tidak mengetahui apa yang akan dia dapatkan, dalam penelitian kualitatif tujuan dan masalah tentu telah dituliskan secara jelas.

Proses penelitian kualitatif secara umum dapat dijadikan menjadi 5 tahapan, yaitu

  • Tahap 1 Berfikir (Tahap deskripsi: memasuki konteks sosial: ada tempat aktor dan aktifitas) dalam tahap ini peneliti mencari informasi-informasi yang akan diteliti. 
  • Tahap 2 Bertanya (tahap reduksi: menentukan fokus) pada tahap ini peneliti mereduksi segala informasi yang telah diperoleh pada tahap yang pertama.   Reduksi ini digunakan untuk menetukan fokus utama dalam penelitian. 
  • Tahap 3 Analisis (Tahap selesksi:mengurai fokus pada komponen yang lebih rinci). Pada tahap ini peneliti melakukan analisis yang mendalam terhadap data dan informasi yang diperoleh. Dan mengkontruksi data tersebut sebagai suatu bangunan pengetahuan. 
  • Tahap 4 Kesimpulan, pada tahap ini peneliti membuat kesimpulan dari data analisis yang telah dilakukan secara mendalam. 
  • Tahap 5 Pencandraan, pada tahap ini peneliti kembali pada kesimpulan. Untuk melihat atau mengkroscek apakah kesimpulan yang dibuat kredibel atau tidak.   Untuk memastikan bahwa kesimpulan kredibel maka peneliti kembali ke lapangan, untuk mengulangi pertanyaan yang sama namun pada sumber yang berbeda, sementara tujuannya tetap sama. Jika hasilnya sama maka penelitian ini dapat dinyatakan kredibel.

Menggunakan Penelitian Kualitatif

apa itu research and development

Sempat disinggung diatas bahwa metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah interview (wawancara), Observasi (pengamatan), quesioner (angket) dan pendekatan studi kasus.

Kapankah kita menggunakan metode penelitian kualitatif,

Jaadi seorang peneliti menggunakan metode kualitatif ketika:

  • Masalah dalam penelitian tersebut masih remang-reman, atau belum jelas. Kondisi tersebut cocok untuk menggunakan metode kualitatif. Karena si peneliti tersebut akan langsung masuk ke lapangan (obyek) dan melakukan pertanyaan tindakan atau grant tour questions. 
  • Untuk memahami makna dari data yang tampak. 
  • Untuk memahami interaksi sosial. 
  • Memahami perasaan orang. 
  • Untuk mengembangkan teori. 
  • Untuk memastikan kebenaran data. 
  • Untuk meneliti sejarah perkembangan.

Penelitian dan Pengembangan (R&D)

apa itu research and development

Penelitian dan pengembangan yang dalam bahasa inggris disebut research and development (R&D) adalah salah satu metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau membuat produk tertentu dan menguji keefektifan metode tersebut. 

Untuk dapat membuat produk tertentu maka dilakukan analisis kebutuhan, sementara untuk melihat keefektifan dari produk terebut maka dilakukan penelitian dengan uji keefektifan produk. 

Sugiono (2009: 297) menyampaikan bahwa Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan metode tersebut. Sementara dalam bidang pendidikan Borg and Gall (1985) dalam Sugiono (2009: 4) menyatakan bahwa, penelitian dan pengembangan ( Research and Development /R&D), merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran. Dari kedupa pendapat ahli tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Research and Development adalah metode penelitian bertujuan untuk menghasilkan produk produk tertentu serta menguji validitas dan keefektifan produk tersebut dalam penerapannya.

Sugiono (2009: 5) menyampaikan bahwa penelitian dan pengembangan bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan memvalidasi suatu produk. Dalam penelitian dan pengembangan terdapat tiga hal yang menjadi tujuan utama yaitu menemukan, mengembangkan, dan memvalidasi produk.   Menemukan adalah diawal melakukan penelitian diawal yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan tentang dasar suatu hal. Mengembangkan bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan yang telah diperoleh dari penelitian awal, dapat berupa sebuah produk-produk tertentu. Memvalidasi produk upaya untuk menguji keefektifitasan dari produk-produk hasil pengembangan.

Ciri-Ciri Metode R&D

Menurut Borg and Gall, terdapat empat karakteristik   atau ada empat ciri-ciri R&D yaitu:

Studying research findings pertinent to the product to be developed. (melakukan studi atau penelitian awal untuk mencari temuan-temuan penelaitian terkait dengan produk yang akan dikembangkan).  

Developing the product base on this findings. (mengembangkan produk berdasarkan temuan penelitian tersebut).

Field testing it in the setting where it will be used eventually. (dilakukannya uji lapangan dalam seting atau situasi senyatanya dimana produk tersebut nantinya digunakan).

Revising it to correct the deficiencies found in the field-testing stage. (melakukan revisi untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ditemukan dalam tahap-tahap uji lapangan).

Langkah-Langkah Penelitian dan Pengembangan

Menurut Sugiyono, terdapat 10 langkah yang dapat diterapkan dalam melaksanakan pengembangan dengan metode R&D, yaitu:

Langkah-langkah penelitian R & D terdiri dari 10 langkah sebagai berikut: (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain produk, (4) Validasi desain, (5) Revisi desain, (6) Ujicoba produk, (7) Revisi produk, (8) Ujicoba pemakaian, (9) Revisi produk, dan (10) Produksi masal.

  • Potensi dan Masalah

Penelitian berawal dari adanya potensi atau masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Masalah juga bisa dijadikan sebagai potensi, apabila dapat mendayagunakannya. Masalah akan terjadi jika terdapat penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Masalah ini dapat diatasi melalui R & D dengan cara meneliti sehingga dapat ditemukan suatu model, pola atau sistem penanganan terpadu yang efektif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri, tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date . 

  • Mengumpulkan Informasi

Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan up to date , selanjutnya dikumpulkan berbagai informasi dan studi literatur yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Studi ini ditujukan untuk menemukan konsep-konsep atau landasan-landasan teoretis yang memperkuat suatu produk, khususnya yang terkait dengan produk pendidikan, misal produk yang berbentuk model, program, sistem, pendekatan, software dan sebagainya. Di sisi lain melalui studi literatur akan dikaji ruang lingkup suatu produk, keluasan penggunaan, kondisi-kondisi pendukung agar produk dapat digunakan atau diimplementasikan secara optimal, serta keunggulan dan keterbatasannya. Studi literatur juga diperlukan untuk mengetahui langkah-langkah yang paling tepat dalam pengembangan produk tersebut.

  • Desain Produk

Produk yang dihasilkan dari penelitian R & D ada banyak macamnya. Untuk menghasilkan sistem kerja baru, harus dibuat rancangan kerja baru berdasarkan penilaian terhadap system kerja lama, sehingga dapat ditemukan kelemahan – kelemahan terhadap sistem tersebut. Disamping itu dilakukan penelitian terhadap unit lain yang dipandang sistem kerjanya bagus. Selain itu harus mengkaji referensi mutakhir yang terkait dengan sistem kerja yang modern berikut indikator sistem kerja yang baik. Hasil akhir dari kegiatan ini berupa desain produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya. Desain ini masih bersifat hipotetik karena efektivitasya belum terbukti, dan akan dapat diketahui setelah melalui pengujian-pengujian. Desain produk harus diwujudkan dengan gambar atau bagan, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya, serta akan memudahkan pihak lain untuk memahaminya.

  • Validasi Desain

Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini sistem kerja baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional, karena validasi disini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut, sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut, berikut keunggulannya.

  • Perbaikan Desain

Setelah desain produk, divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya . maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut.

  • Uji coba Produk

Desain produk yang telah dibuat tidak bisa langsung diuji coba dahulu. Tetapi harus dibuat terlebih dahulu, menghasilkan produk, dan produk tersebut yang diujicoba. Pengujian dapat dilakukan dengan ekperimen yaitu membandingkan efektivitas dan efesiensi sistem kerja lama dengan yang baru.

  • Revisi Produk

Pengujian produk pada sampel yang terbatas tersebut menunjukkan bahwa kinerja sistem kerja baru ternyata yang lebih baik dari sistem lama. Perbedaan sangat signifikan, sehingga sistem kerja baru tersebut dapat diberlakukan.

  • Ujicoba Pemakaian

Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting, maka selanjutnya produk yang berupa sistem kerja baru tersebut diterapkan dalam kondisi nyata untuk lingkup yang luas. Dalam operasinya sistem kerja baru tersebut, tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut.

Revisi produk ini dilakukan, apabila dalam perbaikan kondisi nyata terdapat kekurangan dan kelebihan. Dalam uji pemakaian, sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah sistem kerja.

  • Pembuatan Produk Masal

Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila produk yang telah diujicoba dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal. Sebagai contoh pembuatan mesin untuk mengubah sampah menjadi bahan yang bermanfaat, akan diproduksi masal apabila berdasarkan studi kelayakan baik dari aspek teknologi, ekonomi dan ligkungan memenuhi. Jadi untuk memproduksi pengusaha dan peneliti harus bekerja sama.

Sedangkan menurut Borg & GallSecara ringkas langkah-langkah penelitian R & D diuraikan sebagai berikut.

Research and Information colletion (penelitian dan pengumpulan data)

Langkah pertama ini meliputi analisis kebutuhan, studi pustaka, studi literatur, penelitian skala kecil dan standar laporan yang dibutuhkan. Untuk melakukan analisis kebutuhan ada beberapa kriteria yang terkait dengan urgensi pengembangan produk dan pengembangan produk itu sendiri, juga ketersediaan SDM yang kompeten dan kecukupan waktu untuk mengembangkan.Adapun studi literatur dilakukan untuk pengenalan sementara terhadap produk yang akan dikembangkan, dan ini dilakukan untuk mengumpulkan temuan riset dan informasi lain yang bersangkutan dengan pengembangan produk yang direncanakan. Sedangkan riset skala kecil perlu dilakukan agar peneliti mengetahui beberapa hal tentang produk yang akan dikembangkan.

  • Planning (perencanaan)

Menyusun rencana penelitian, meliputi kemampuan-kemampuan yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian, rumusan tujuan yang hendak dicapai dengan penelitian tersebut, desain atau langkah-langkah penelitian, kemungkinan pengujian dalam lingkup terbatas.

  • Develop Preliminary form of Product (pengembangan draft produk awal)

Langkah ini meliputi penentuan desain produk yang akan dikembangkan (desain hipotetik), penentuan sarana dan prasarana penelitian yang dibutuhkan selama proses penelitian dan pengembangan, penentuan tahap-tahap pelaksanaan uji desain di lapangan, dan penentuan deskripsi tugas pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian. Termasuk di dalamnya antara lain pengembangan bahan pembelajaran, proses pembelajaran dan instrumen evaluasi.

  • Preliminary Field Testing (uji coba lapangan awal)

Langkah ini merupakan uji produk secara terbatas, yaitu melakukan uji lapangan awal terhadap desain produk, yang bersifat terbatas, baik substansi desain maupun pihak-pihak yang terlibat. Uji lapangan awal dilakukan secara berulang-ulang sehingga diperoleh desain layak, baik substansi maupun metodologi. Misal uji ini dilakukan di 1 sampai 3 sekolah, menggunakan 6 sampai 12 subjek uji coba (guru). Selama uji coba diadakan pengamatan, wawancara dan pengedaran angket. Pengumpulan data dengan kuesioner dan observasi yang selanjutnya dianalisis.

  • Main Product Revision (revisi hasil uji coba)

Langkah ini merupakan perbaikan model atau desain berdasarakan uji lapangan terbatas. Penyempurnaan produk awal akan dilakukan setelah dilakukan uji coba lapangan secara terbatas. Pada tahap penyempurnaan produk awal ini, lebih banyak dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Evaluasi yang dilakukan lebih pada evaluasi terhadap proses, sehingga perbaikan yang dilakukan bersifat perbaikan internal.

  • Main Field Testing (uji lapangan produk utama)

Langkah ini merupakan uji produk secara lebih, meliputi uji efektivitas desain produk, uji efektivitas desain (pada umumnya menggunakan teknik eksperimen model penggulangan). Hasil dari uji ini adalah diperolehnya desain yang efektif, baik dari sisi substansi maupun metodologi. Contoh uji ini misal dilakukan di 5 sampai 15 sekolah dengan 30 sampai 100 subjek. Pengumpulan data tentang dampak sebelum dan sesudah implementasi produk menggunakan kelas khusus, yaitu data kuantitatif penampilan subjek uji coba (guru) sebelum dan sesudah menggunakan model yang dicobakan. Hasil-hasil pengumpulan data dievaluasi dan kalau mungkin dibandingkan dengan kelompok pembanding.

  • Operational Product Revision (revisi produk)

Langkah ini merupakan penyempurnaan produk atas hasil uji lapangan berdasarkan masukan dan hasil uji lapangan utama. Jadi perbaikan ini merupakan perbaikan kedua setelah dilakukan uji lapangan yang lebih luas dari uji lapangan yang pertama. Penyempurnaan produk dari hasil uji lapangan lebih luas ini akan lebih memantapkan produk yang dikembangkan, karena pada tahap uji coba lapangan sebelumnya dilaksanakan dengan adanya kelompok kontrol. Desain yang digunakan adalah pretest dan posttest. Selain perbaikan yang bersifat internal. Penyempurnaan produk ini didasarkan pada evaluasi hasil sehingga pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif.

  • Operational Field Testing (uji coba lapangan skala luas/uji kelayakan)

Langkah ini sebaiknya dilakukan dengan skala besar, meliputi uji efektivitas dan adaptabilitas desain produk, dan uji efektivitas dan adabtabilitas desain melibatkan para calon pemakai produk. Hasil uji lapangan berupa model desain yang siap diterapkan, baik dari sisi substansi maupun metodologi. Misal uji ini dilakukan di 10 sampai 30 sekolah dengan 40 sampai 200 subjek. Pengujian dilakukan melalui angket, wawancara, dan observasi dan hasilnya dianalisis.

  • Final Product Revision (revisi produk final)

Langkah ini merupakan penyempurnaan produk yang sedang dikembangkan. Penyempurnaan produk akhir dipandang perlu untuk lebih akuratnya produk yang dikembangkan. Pada tahap ini sudah didapatkan suatu produk yang tingkat efektivitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penyempurnaan produk akhir memiliki nilai “generalisasi” yang dapat diandalkan. Penyempurnaan didasarkan masukan atau hasil uji kelayakan dalam skala luas. 

  • Disemination and Implementasi (Desiminasi dan implementasi)

Desiminasi dan implementasi, yaitu melaporkan produk pada forum-forum profesional di dalam jurnal dan implementasi produk pada praktik pendidikan. Penerbitan produk untuk didistribusikan secara komersial maupun free untuk dimanfaatkan oleh publik. Distribusi produk harus dilakukan setelah melalui quality control. Disamping harus dilakukan monitoring terhadap pemanfaatan produk oleh publik untuk memperoleh masukan dalam kerangka mengendalikan kualitas produk. 

Demikian artikel yang saya sampaikan, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih. Jangan Lupa Shere, Klik G+ ya. . . .

Perkembangan Peserta Didik

Perkembangan Peserta Didik

Pengertian Teori Belajar Behaviorisme, Kognitivisme, dan Konstruktivisme

Pengertian Teori Belajar Behaviorisme, Kognitivisme, dan Konstruktivisme

Tinggalkan balasan batalkan balasan.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

© 2021 Karyatulisku .

Welcome Back!

Login to your account below

Remember Me

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

IMAGES

  1. Apa Itu Research and Development

    apa itu research and development

  2. Apa Itu Development? Pengertian, Jenis, hingga Tujuannya

    apa itu research and development

  3. Apa Itu Business Development?

    apa itu research and development

  4. Apa Itu Development dan Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui

    apa itu research and development

  5. Apa itu Framework? Developer Wajib Tahu

    apa itu research and development

  6. Apa Itu Research Gap? Berikut ini Informasi Lengkapnya!

    apa itu research and development

VIDEO

  1. Research Design, Research Method: What's the Difference?

  2. Research and Development? Explained (HINDI)

  3. Human Resource Development HRD: Concept & Definition

  4. Apa Itu Research Paper?

  5. Apa Itu Research Gap Dalam Sebuah Penelitian ?

  6. Apa sih itu SEED Funding di Startup?

COMMENTS

  1. Research and Development: Pengertian dan Keuntungannya

    Research and development (R&D) adalah aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan ketika berinovasi menciptakan produk atau layanan baru. Artikel ini menjelaskan apa itu R&D, tipe-tipenya, dan manfaatnya untuk inovasi perusahaan.

  2. Research and Development (R&D): Pengertian, peran, dan 3 tipe ...

    Artikel ini menjelaskan apa itu Research and Development (R&D), mengapa penting, dan tiga tipe umum yang digunakan dalam proses R&D. R&D adalah proses untuk menciptakan teknologi baru atau keunggulan kompetitif yang membantu bisnis bertahan dan berkembang di pasar.

  3. Research and Development (RnD): Pengertian, Tugas, Proyeksi Karir

    Research and development, atau disingkat RnD adalah suatu rangkaian proses riset dan pengembangan yang bertujuan untuk menciptakan suatu produk/jasa baru, serta memperbaiki kualitas produk/jasa yang sudah ada. Pada artikel kali ini CakeResume akan membahas pengertian RnD, apa saja job desk RnD, jenis-jenis penelitian research and development, dan yang lebih penting berapa sih gaji RnD di ...

  4. RnD (Research and Development): Pengertian, Tugas, dan Gajinya

    RnD adalah research and development, yaitu profesi yang melakukan riset dan pengembangan untuk produk bisnis. Artikel ini menjelaskan manfaat, tipe, tugas, skill, karier, dan gaji RnD di berbagai industri.

  5. Research and Development: Pengertian, Fungsi, Tugas, dan ...

    Baca Juga | Apa Itu Market Research? Nah, itu dia pemaparan mengenai research and development. Kamu bisa memahaminya dari pengertian yang mengarah pada pengembangan produk atau layanan. Kamu sebagai pemilik bisnis wajib menerapkan sistem ini, ya. Tujuannya agar mudah melakukan pembaharuan dan mampu bersaing dengan kompetitor luar.

  6. Research and Development (R&D): Tugas dan Tanggung Jawab

    Research and Development (R&D) adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk menciptakan produk atau jasa baru. Tim R&D bertanggung jawab untuk mendapatkan hak paten, memperbaiki finansial, dan membantu perusahaan menjadi lebih unggul dari kompetitor.

  7. Penelitian dan pengembangan

    Penelitian dan pengembangan atau disingkat litbang (dalam bahasa Inggris: research and development) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk membuat produk dan menguji keefektifan dari hasil produk tersebut. Penelitian dan pengembangan adalah jenis penelitian yang berguna untuk menghasilkan produk perangkat keras dan perangkat lunak melalui metode dan dilakukan melalui analisis kebutuhan.

  8. Research And Development: Definisi, Skill yang Dibutuhkan, Tugas

    Apa itu research and development . Mengutip dari laman investopedia.com, RnD atau research and development adalah aktivitas yang dilakukan perusahaan saat sedang ingin mengembangkan inovasi atau menciptakan produk baru.. Saat ini profesi research and development banyak dibutuhkan oleh perusahaan besar maupun bisnis-bisnis kecil.

  9. Mengenal RnD: Pengertian, Tipe, Tugas, hingga Gaji

    Apa Itu RnD? Research and Development (RnD) dikenal juga dengan istilah penelitian dan pengembangan (Litbang). Profesi ini dibutuhkan oleh perusahaan swasta, lembaga pemerintah, dan institusi pendidikan. RnD adalah divisi yang memiliki tanggung jawab dalam melakukan penelitian dan pengembangan untuk memperoleh pengetahuan baru demi menciptakan produk, layanan, atau sistem baru yang akan dijual.

  10. Apa Itu RnD? Berikut Ini Pengertian, Tugas, Skill Hingga Gajinya

    Apa Itu RnD? Research and Development (RnD) adalah bidang pekerjaan yang fokus pada penelitian dan pengembangan produk, layanan, atau teknologi baru. Tujuan utama dari RnD adalah untuk menciptakan inovasi, meningkatkan produk atau layanan yang sudah ada, atau menemukan solusi baru untuk masalah atau tantangan tertentu.

  11. Apa Itu R&D, Langkah-langkah dan Tanggung Jawabnya

    Tugas dan tanggung jawab utama dari research and development adalah untuk melakukan riset dan mengembangkan produk baru. Selain itu, masih ada lagi tugas dan tanggung jawab dari R&D, yaitu: Melakukan pengujian hasil produk yang dikembangkan. Merevisi produk dari kekurangan yang ditemukan saat pengujian.

  12. Pengertian Penelitian Pengembangan: Tujuan, Ciri-ciri, Alasan & Caranya

    Maka dari itu, dari sekian banyak pendapat. Berikut beberapa pendapat yang sekiranya bisa mewakili dalam mengartikan penelitian pengembangan. 1. Sugiyono. Penelitian pengembangan menurut Sugiyono (2009) adalah aktivitas riset dasar yang bertujuan mendapatkan informasi untuk dikembangkan.

  13. What Is Research and Development (R&D)?

    Research And Development - R&D: Research and development (R&D) refers to the investigative activities a business conducts to improve existing products and procedures or to lead to the development ...

  14. Pentingnya Research and Development untuk Kesuksesan Bisnis

    Research and Development (R&D) biasanya dimulai dengan ide dan teori yang berhubungan dengan identifikasi masalah atau peluang baru. Proses R&D kemudian berfokus pada mengeksplorasi dan meneliti ide-ide itu dan melihat apa yang layak. Beberapa tipe penelitian utama dalam Research and Development adalah sebagai berikut: 1. Riset Mendasar

  15. Profesi Research And Development (Gaji, Kualifikasi, Jobdesk, dan

    Kisaran gaji seorang Research And Development (RnD) adalah Rp 4.000.000 hingga Rp 6.000.000 per bulannya. Jika kamu ingin berkarier pada profesi ini, maka jurusan kuliah yang harus kamu ambil adalah yang sesuai dengan profesi impianmu.

  16. Research and development

    Research and development ( R&D or R+D; also known in Europe as research and technological development or RTD) [1] is the set of innovative activities undertaken by corporations or governments in developing new services or products and carrier science computer marketplace e-commerce, copy center and service maintenance troubleshooting software ...

  17. Pengertian Penelitian Pengembangan Menurut Para Ahli ...

    Jika digabungkan, pengertian penelitian pengembangan (Research & Development) didefinisikan sebagai jenis penelitian yang memfokuskan diri pada tujuan mengembangkan, memperluas, dan menggali lebih jauh atas sebuah teori dalam disiplin ilmu tertentu.Pengertian Penelitian Pengembangan Menurut Para Ahli Borg dan Gall (1889) Pengertian penelitian pengembangan menurut Borg dan Gall:

  18. (PDF) Research and Development: Penelitian yang Produktif Dalam Dunia

    Penggunaan Metode Research and Development dalam Penelitian Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Program Studi Bahasa dan Satra Indonesia. Universitas Muslim Indonesia

  19. Metode Penelitian R&D (Research and Development)

    Penelitian R&D adalah metode penelitian untuk mengembangkan produk baru yang bermanfaat bagi siswa. Artikel ini menjelaskan pengertian, langkah, dan contoh penelitian R&D di bidang pendidikan dan ilmu alam dan teknik.

  20. 6 Pengertian Penelitian dan Pengembangan (R&D) Menurut Ahli

    Pengertian penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) Gall, Gall dan Borg (2003: 569) mendefinisikan penelitian dan pengembangan adalah model pengembangan pendidikan untuk merancang produk atau prosedur baru. Dengan dites di lapangan secara sistematis, dievaluasi, kemudian diperbaiki maka akan diperoleh keefektifan ...

  21. Apa Itu Research and Development

    Apa Itu Research and Development by samuel5wu-1. Apa Itu Research and Development ...

  22. Memahami Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D

    obyek alamiah, artinya bahwa obyek itu apa adanya atau tidak dimanipulasi oleh peneliti, bahkan meskipun peneliti sebagai instrumen namun kehadiran peneliti ... Sugiono (2009: 297) menyampaikan bahwa Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan metode tersebut ...

  23. PDF Model Penelitian Dan Pengembangan (R&D) Lima Tahap (Mantap)

    sarkan perbedaan jenis penelitian pada masing-masing tahap. Model Mantap ini terdiri dari lima tahap utama dalam penelitian dan pengembangan yaitu: (1) Tahap Penelitian Pendahuluan, (2) Tahap Pengembangan Model, (3) Tahap Validasi Mod. l, dan (4) Tahap Uji Efektifitas, dan (5) Tahap Diseminasi. Pengklasteran kembali ini semata-mata hanya untuk ...